Lina Fatinah Mengikuti Kuliah Umum Diplomasi Internasional Bersama Dr. Dino Patti Djalal (Dubes RI untuk AS)

Berawal dari Kuliah Umum Diplomasi Internasional

04 Februari 2014. Selasa. Hari itu saya diajak oleh salah satu dosen, seharusnya kami masuk pukul 13.00 untuk masuk kelas dengan mata kuliah fiqh muamalah III. Namun ketika saya menemui dosen Jaenudin M.Ag beliau bilang bahwa mata kuliah hari ini digantikan dengan kuliah umum bersama KEDUBES RI untuk AS, Dr. Dino Patti Djalal. Pertama mendengarnya, dada ini sedikit mengembang. Mendengar ada Duta Besar RI untuk AS datang ke kampus untuk berbagi ilmunya tentang Diplomasi Internasional. Waktu itu Pak Jaenudin menyuruh untuk aku mengajak teman-teman yang lainnya dan megkoordinasikan agar semua ikut, jadi yang ikut kuliah umum pun harus diabsen. Saat itu juga saya langsung mengkoordinasikan kelas dan memberitahukan kepada teman-teman bahwa ada kuliah umum tentang Diplomasi Internasional yang dihadiri oleh Duta Besar RI untuk AS, dan Bapak menyuruh kita megikuti kuliah umum itu dan absen tetap jalan. Anehnya respon dari teman-teman tidak begitu “wah”, sedangkan saya rasanya ingin segera bergegas untuk naik ke aula lantai 4 Fakultas Syariah dan Hukum UIN SGD Bandung. Setelah saya mengkoordinir dan menyampaikan amanat dari dosen, sayapun menaiki anak tangga dengan semangat untuk mengikuti kuliah umum ini. Ketika itu aula sudah dipenuhi oleh beberapa mahasiswa dari jurusan lain, karena saya sudah terbiasa duduk paling depan, saya pun mencari kursi paling depan, namun sayangnya kursi paling depan sudah penuh saya pun duduk di barisan ketiga dari depan. Sudah tak sabar rasanya memulai kuliah umum ini, beberapa menit kemudian Dubes RI untuk AS ini datang bersama Dekan FSH, H. Oyo Sunaryo Muchlas M.Si dan staf jajarannya. Ketika memasuki aula, banyak orang-orang yang bersalaman kepada Dr. Dinno dan beliau mengucapkan salam dengan lantang dari arah belakang pintu menuju depan podium, wajahnya ceria penuh semangat yang menggelora, beliau berjalan senada dengan semangatnya, beliau mengepalkan tangan dan mahasiswa pun mengepalkan tangan lalu diadukan sebagai tanda persahabatan, ketika beliau berjalan semakin mendekati ke arah saya dan berdiri tepat di pinggir saya, saya pun langsung mengulurkan tangan untuk bersalaman, lalu Dr. Dino menunjukan kepalan tangannya sembari berkata “Begini”, baru tahu ternyata saya pun harus mengepalkan tangan dan diadukannya perlahan sebagai tanda persahabatan. Beliau pun langsung tertawa ceria dan tepuk tangan. Saya pun bahagia.
Diawali dengan pembukaan dan sambutan dari Dekan, kuliah umum Diplomasi Internasional pun dimulai.
Ini suasana ketika Dr. Dino sebelum menaiki podium

Materi Diplomasi Internasional pun dimulai.
Sebelum mengakhiri kuliah umum, ada season tanya jawab. Saya sudah mempersiapkan pertanyaan di note “Alasan apa yang membuat Bapak yakin bahwa pada abad-21 nanti akan menjadi Golden Age atau masa jaya Indonesia?”
Namun sayang, saya sedikit ragu untuk melontarkan pertanyaan itu. Hingga akhirnya perwakilan dari empat orang penanya ada yang melontarkan pertanyaan yang sama denganku. Setidaknya saya sudah diwakili dan hanya tahu jawabannya saja.
Setelah semua pertanyaan selesai dijawab, Dr. Dino pun memilih dua orang dari empat orang penanya terbaik. Ternyata pertanyaan yang sama ingin aku sampaikan itu mendapatkan pertanyaan terbaik, orang itu pun dipanggil kedepan untuk diberi kesempatan foto bareng yang unik, dengan memperagakan mahasiswa sedang memarahi Dr. Dino. Lah, coba tadi saya yang nanya! Pasti saya yang kedepan. Gerutup dalam hati. Ah, penyesalan memang selalu diakhir. Maksudnya, kapan lagi saya bisa mendapatkan foto bareng dengan memperagakan yang unik? Apalagi dengan pose saya memarahi dengan sambil menunjukan telunjuk ke wajahnya Duta Besar? Ha ha ha
Ketika Dr. Dino hendak mengakhiri kuliah umum, beliau bilang nanti ada beberapa Mahasiswa yang mengutarakan tentang “Apa yang dimaksud Nasionalisme Unggul?”. Saya pun tertarik untuk berbicara tentang Nasionalisme Unggul. Kuliah umum pun ditutup, ada beberapa Mahasiswa/i yang meminta foto bareng dengan beliau. Saya masih terduduk santai membereskan buku.
Kemudian, saya pun meminta foto bareng bersama dengan beliau
Karena saya menjadi salah satu Mahasiswi yang akan mengumekakan tentang Nasionalisme Unggul, saya pun langsung shooting

04/02/14
Setelah selesai shooting, ternyata saya diajak Pertemuan untuk sharing sekaligus makan malam bersama Dr. Dino oleh timnya.
Saya pun langsung meminta ijin kepada ketua asrama untuk pergi malam ini ke Bumbu Desa Resto Bandung.
Malam itu saya langsung berangkat bersama Kakak tingkat dari Senat Fakultas Syariah dan Hukum. Sesampainya di Bumbu Desa Resto kami menunggu kedatangan Dr. Dino. Beberapa menit kemudian, beliau datang dan langsung duduk tepat di sampingku. Suatu kebanggaan dalam hidupku bisa bersanding dan makan malam bersama dengan Dubes RI untuk AS ini.
"Ayo, kita mulai makan" Ucap Dr. Dino yang baru saja duduk
Semua yang hadir hanya menyilakankan dan menganggukan kepala karena tidak akan mendahului beliau.
"Mana piringmu?" Ucap beliau kepada saya yang masih menyimpan tangan dengan rapi di atas meja
"Oh, ini Pak" Jawabku
"Sini.. Kesinikan" Ucapnya sembari memberikan nasi untuk saya. Semua tertawa renyah, saya pun tersipu malu. Dalam hati menggerutu; ternyata seorang Duta Besar juga bisa becanda hehe
Kami pun makan malam dengan nikmat sembari sharing membicarakan Indonesia, Hubungan Internasional, Pengalaman beliau selama di AS, dan tentunya masih banyak lagi yang dibicarakan
"Siapa namamu?" tanya beliau disela obrolan tentang Indonesia
"Lina, Pak"
"Oh Lina. Lina rencana mau dilanjutin kemana kalau nanti setelah lulus kuliah?"
"InsyaAllah, inginnya lanjut S2 ke Australi, Pak" jawabku sontak dengan percaya diri yang penuh, padahal dalam hati masih ragu untuk bisa kuliah ke luar negeri karena skill dan pengetahuanku yang terbatas
"Wah.. Bagus..bagus.." jawabnya "IPK amankan?" lanjutnya
"Alhamdulillah, Pak"
"TOEFL-nya harus tinggi ya"
"Iya Pak, sedang saya usahakan" jawabku dengan sumringah
Beruntung sekali rasanya malam itu bisa duduk bersama orang-orang yang sudah berkompeten, cerdas dan sudah ikut berkontribusi untuk Indonesia.
"Ayo, ayo. Tambah lagi makannya" ucap Dr. Dino
"Mau minum lagi?" Tanya Dr. Dino
Minuman baru pun datang, es kelapa muda yang diberi marjan dan pandan.
Setelah asyik sharing berjam, tiba-tiba timnya memberi kabar
"Oh iya, bagi teman-teman yang besok akan ikut Super Mentor bersama Dr, nanti tinggal datang ke Bawean Resto. Di tunggu ya. Jangan lupa juga yang ingin ikut konvensi Demokrat nanti datang ke hotel Harris"
Saya pun langsung minta kontak dan berniat untuk ikut. Betapapun, ini kesempatan yang luar biasa.
Beberapa menit kemudian Dr. Dino pamit karena harus persiapan untuk besok Super Mentor dan Konvensi Demokrat
Sebelum Dr. Dino meninggalkan kami (Mahasiswa/i UIN, dan UNPAD), saya meminta foto bersama dengan beliau



At Bumbu Desa Resto Bandung 04/02/14
Malam itu sekitar pukul 10.30 kami pun langsung pulang. Menunggu esok datang.