Sejenak teringat
obrolan teman saat kami tengah berbagi cerita di beranda senja itu. Dia
menceritakan bagaimana dia di Himpunan pencinta alamnya. Di tengah obrolannya
itu, ada salah satu ucapannya yang sangat kutangkap jelas dan kusimpan rapi
untuk kubuka kembali dalam perenungan. Bahwa dia mempunyai misi berdakwah di
himpunan yang sedang dia ikuti. Dia berdakwah dengan caranya sendiri, dia juga
berkata “mengapa saya tidak berdakwah seperti teman-teman yang lain? Di
perhimpunan yang memang berbau islami?” karena dia sudah mengikuti himpunan
pecinta alam di kampusnya, jadi niatnya diluruskan untuk berdakwah di dalamnya.
Berdakwah itu memang harus di mana saja, berdakwah itu suatu keharusan bagi
kaum muslim. Ya, kaum muslim memang seharusnya untuk bergerak, tetapi bukan
hanya fokus pada pergerakan untuk perubahan pada yang lain, melainkan dimulai
dari diri sendiri, dari yang terkecil dan dari hati.
Dari sana aku
takjub mempunyai teman yang berdedikasi untuk dakwah dilingkungan yang memang bisa dikatakan sulit untuk
lebih dekat pada-Nya tidak seperti himpunan yang berbau islami dan memang sudah
tentu pasti akan menjurus pada-Nya. (Menurut saya)
Obrolan dia
menambah cakrawala baru pada diri saya.
Mengapa saya
menggaris bawahi kata dakwah dan
disimpan rapi untuk perenungan? Karena jika disinggungkan dengan saya “Dakwah
apa yang sudah saya lakukan selama ini?” Hello!, orang-orang sudah bergerak ke
dakwah sedangkan saya? Hanya diam di tempat saja, begitu? Atau menjalani tanpa
ada niat dakwah? Ah, yang saya ketahui, saya hanya menjalani passion karena
menyalurkan hobby dan keinginan saja. Pun mengembangkan diri dan mempunyai misi
tersendiri, intinya menyalurkan dan menggali passion untuk kembali pada diri. Ada
beberapa bidang yang saya geluti, seperti sastra, cinematography, photography,
master of ceremony, music, web developer dan himpunan di kampus. Tapi, saya
hanya sekedar menikmatinya dan memuaskan diri didalamnya untuk diri sendiri
dengan hasil yang cemerlang dengan ambisi-ambisi, tanpa ambisi untuk yang
lainnya.
Sebenarnya di
dunia sastra bisa dijadikan media berdakwah dengan menulis hal-hal yang
membangun untuk orang lain seperti halnya motivasi, pun bidang-bidang yang
lainnya. Jika kita pandai menelaah dan merapikan kegiatan pasti bisa menjadi
media berdakwah disetiap bidang yang kita geluti, apapun itu. Sekarang, akan
kuluruskan kembali apa-apa yang belum sempurna, seperti halnya dakwah yang
terlihat sepele akan tetapi hal itu berat dan harus dilakukan oleh setiap
muda-mudi utamanya seorang muslim wa muslimah.
Dari obrolan
bersama temanku itu, akhirnya menyadarkan dan menghidupkan paradigma yang baru.
Intinya, apapun
kegiatan yang kita jalani harus disertai niatan karena Allah dan menumbuh
kembangkan ibadah untuk diri kita kembali pada Allah yang memang diciptakan
oleh Allah.