Inspirasi dari Teman

05/01/2014 Minggu. 22:42
Sejenak teringat obrolan teman saat kami tengah berbagi cerita di beranda senja itu. Dia menceritakan bagaimana dia di Himpunan pencinta alamnya. Di tengah obrolannya itu, ada salah satu ucapannya yang sangat kutangkap jelas dan kusimpan rapi untuk kubuka kembali dalam perenungan. Bahwa dia mempunyai misi berdakwah di himpunan yang sedang dia ikuti. Dia berdakwah dengan caranya sendiri, dia juga berkata “mengapa saya tidak berdakwah seperti teman-teman yang lain? Di perhimpunan yang memang berbau islami?” karena dia sudah mengikuti himpunan pecinta alam di kampusnya, jadi niatnya diluruskan untuk berdakwah di dalamnya. Berdakwah itu memang harus di mana saja, berdakwah itu suatu keharusan bagi kaum muslim. Ya, kaum muslim memang seharusnya untuk bergerak, tetapi bukan hanya fokus pada pergerakan untuk perubahan pada yang lain, melainkan dimulai dari diri sendiri, dari yang terkecil dan dari hati.
Dari sana aku takjub mempunyai teman yang berdedikasi untuk dakwah dilingkungan yang memang bisa dikatakan sulit untuk lebih dekat pada-Nya tidak seperti himpunan yang berbau islami dan memang sudah tentu pasti akan menjurus pada-Nya. (Menurut saya)
Obrolan dia menambah cakrawala baru pada diri saya.
Mengapa saya menggaris bawahi kata dakwah dan disimpan rapi untuk perenungan? Karena jika disinggungkan dengan saya “Dakwah apa yang sudah saya lakukan selama ini?” Hello!, orang-orang sudah bergerak ke dakwah sedangkan saya? Hanya diam di tempat saja, begitu? Atau menjalani tanpa ada niat dakwah? Ah, yang saya ketahui, saya hanya menjalani passion karena menyalurkan hobby dan keinginan saja. Pun mengembangkan diri dan mempunyai misi tersendiri, intinya menyalurkan dan menggali passion untuk kembali pada diri. Ada beberapa bidang yang saya geluti, seperti sastra, cinematography, photography, master of ceremony, music, web developer dan himpunan di kampus. Tapi, saya hanya sekedar menikmatinya dan memuaskan diri didalamnya untuk diri sendiri dengan hasil yang cemerlang dengan ambisi-ambisi, tanpa ambisi untuk yang lainnya.
Sebenarnya di dunia sastra bisa dijadikan media berdakwah dengan menulis hal-hal yang membangun untuk orang lain seperti halnya motivasi, pun bidang-bidang yang lainnya. Jika kita pandai menelaah dan merapikan kegiatan pasti bisa menjadi media berdakwah disetiap bidang yang kita geluti, apapun itu. Sekarang, akan kuluruskan kembali apa-apa yang belum sempurna, seperti halnya dakwah yang terlihat sepele akan tetapi hal itu berat dan harus dilakukan oleh setiap muda-mudi utamanya seorang muslim wa muslimah.
Dari obrolan bersama temanku itu, akhirnya menyadarkan dan menghidupkan paradigma yang baru.
Intinya, apapun kegiatan yang kita jalani harus disertai niatan karena Allah dan menumbuh kembangkan ibadah untuk diri kita kembali pada Allah yang memang diciptakan oleh Allah.
Terima kasih kepada temanku yang sudah berbagi dan menjadi inspirasi J