Lina Fatinah Mengikuti Super Mentor Bersama Dr. Dino Patti Djalal (Mantan Dubes RI untuk AS)

Dr. Dino Patti Djalal, mantan Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat ini mengadakan Program Super Mentor di Bawean Resto jalan Gandapura, Bandung (Rabu, 5/2). Program super mentor merupakan program yang digagas Dino untuk menyebarkan virus optimisme dan kiat-kiat sukses dari para tokoh publik kepada para generasi muda.

Pagi itu, saya langsung siap-siap bergegas menuju tempat dari Cileunyi dengan menggunakan Damri. Perjalanan yang cukup jauh membuat saya telat menghadiri acara ini. Saya pun disambut oleh petugas Bawean Resto dan diantarkan ke lantai 2, acara sedang dimulai. Aku pun langsung duduk mendengarkan.



Ini sedikit ulasan tentang isi Super Mentor yang diambil dari Dino Patti Djalal Inspirasi Anak Muda Bandung, Dino Gelar Super Mentor Berbagi Inspirasi, Dino Patti Djalal Ceritakan Masa Kecilnya yang Hampir Tak Naik Kelas

Jelang acara debat petang nanti, peserta Konvensi Capres Partai Demokrat menggelar serangkaian acara di Bandung, termasuk Dino Patti Djalal.

Mantan Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat ini mengadakan Program Super Mentor di Resto Bawean jalan Gandapura, Bandung (Rabu, 5/2). Program super mentor merupakan program yang digagas Dino untuk menyebarkan virus optimisme dan kiat-kiat sukses dari para tokoh publik kepada para generasi muda.

Individu yang telah mengikuti program super mentor diharapkan dapat menyebarkan energi positif dan optimisme dengan membagi pengetahuan dan pengalamannya kepada individu lainnya.

"Cara terbaik bagi individu untuk menyerap ilmu adalah dengan mempunyai mentor. Tugas mentor bukan hanya sekedar menjadi pendamping, pembimbing, pendidik dan pemotivator, tetapi yang lebih penting lagi seorang mentor adalah menjadi panutan," kata Dino di hadapan peserta super mentor yang rata-rata berusia muda.

Dino berbagi kisah sukses hidupnya. Dino kecil merupakan anak yang tidak kompetitif. Terbuksi, sewaktu masih di tingkat SD, dia duduk di bangku paling belakang. "Tidak kompetitif. Saya selalu ingin cepat pulang sekolah karena ingin main kelereng," tuturnya.

Dino kecil juga diceritakannya sering meratapi nasib. "Murung. Kelas 3-4 SD saya hampir tidak naik kelas," tambahnya.

Melihat Dino kecil tidak berkembang, orang tua akhirnya menyekolahkan Dino di sekolah khusus yang satu kelasnya di huni oleh hanya 5 sampai 6 orang. "Disana saya masuk ke dalam lingkungan yang memaksa saya untuk gigih. Saya dipaksa untuk kompetitif. Setelah itu saya selalu menjadi nomor satu," kata Dino.

Bagi Dino, memilih teman dan sahabat adalah hal penting untuk maju dan berkembang. Bila teman-teman kita cerdas dan kompetitif, dia menjelaskan, kita akan juga dipaksa untuk kompetitif.  Selain itu, menurut Dino penting untuk memiliki sifat geek (gigih) alias pantang menyerah, menguasai bahasa asing, kemampuan analisa, menjauhi sifat dogmatis, dan self respect (menghargai diri sendiri).

Ditegaskannya bahwa orang yang berani mengubah nasib adalah orang yang berani mengambil risiko dan berani jatuh. "Oleh karena itu salah apabila kita mengasuh anak untuk terlalu dilindungi. Ajarkan anak untuk jangan pernah mau menyerah. Ajarkan anak untuk berani jatuh agar ia bisa mengambil pelajaran dari sana," tuturnya.

Dino sendiri mengaku bahwa mentor dalam hidupnya adalah Hasjim Djalal, ayahnya dan beberapa diplomat senior seperti Ali Alatas, Hassan Wirajuda, dan lain-lainnya.

Program super mentor sendiri ke depan akan menghadirkan narasumber narasumber lain untuk berbagi kisah sukses hidupnya, seperti pengusaha Peter Gontha, Sandiaga Uno, Ciputra, dan tokoh sukses lainnya.
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Banyak motivasi dan ilmu baru yang saya dapatkan setelah mengikuti acara Super Mentor bersama mantan Dubes RI untuk AS ini, saya pun mendapatkan buku Nasionalisme Unggul.

Setelah acara Super Mentor selesai, kami pun langsung makan bersama sembari sharing tentang berbagai hal


Siang itu bisa makan enak hehe, nih menu yang saya pesan: [Info Not Important] :D
Tuna Nicoise Salad, Nasi Bakar dan Ayam Goreng, Lychee Ice Tea.
Setelah acara makan dan sharing selesai, Dr. Dino langsung pamit karena akan persiapan untuk Konvensi Capres Partai Demokrat nanti sore. Sebelumnya kami foto bersama:

Alhamdulillah, selain mendapatkan bekal ilmu-ilmu, motivasi, pun mendapatkan teman-teman baru :)
Saya pun langsung pulang setelah ngobrol bareng dengan Bang Bagus dan Bang Egi. Siang ini langsung pergi ke kampus karena ada kelas. Beruntung tidak telat masuk kelas, saya pun mengikuti perkuliahan hingga pukul 15.10
Sekitar ba'da maghrib, saya langsung bergegas menuju Hotel Harris & Conventions Festival CTlink untuk mengikuti Konvensi Capres Partai Demokrat bersama Fakhry. Di jalan sempat simpang siur karena salah jalan dan terjebak macet.
Hingga akhirnya sampailah di Hotel Harris & Conventions Festival CTlink pukul 20.00. Ribuan masa datang memenuhi Aula Hotel Harris & Conventions Festival CTlink.





Bisa dilihat berita terkait Konvensi Capres Demokrat di sini:
Bandung Tuan Rumah Debat Konvensi Capres Partai Demokrat
Format Debat Capres Konvensi Demokrat Dibuat 'Lembut'
Dan ini isi Konvensi Capres Demokrat yang disampaikan oleh Dr. Dino




Bandung, 5 Februari 2014 - Bandung menjadi kota ketiga dalam rangkaian Konvensi Capres Partai Demokrat setelah sebelumnya diadakan di Kota Medan dan Palembang.  Mengambil tempat di Hotel Horiss Bandung, Debat Capres bernegara dibagi kedalam dua sesi. Sesi Pertama diikuti oleh Gita Wiryawan, Marzuki Alie, Anies Baswedan, Ali Masykur dan Endriartono Sutarto. Sesi kedua yang dilaksanakan pada malam hari, diikuti oleh Dr. Dino Patti Djalal bersama dengan Dahlan Iskan, Pramono Edhi Wibowo, S.H. Sarundajang, Hayono Isman dan Irman Gusman.
Dimoderatori oleh Prof. Asep WarlanYusuf (Universitas Parahyangan) dan Prof. Benjamin Haries (UniversitasPasundan) debat memakan waktu kurang lebih dua jam dan difokuskan pada dua topik utama, yaitu politik dan ekonomi. Berbeda dari konvensi sebelumnya, konvensi kali ini memberikan kesempatan pada para pendukung untuk memberikan pertanyaan dan tanggapan kepada para peserta Konvensi Capres Partai Demokrat.
Dino kembali memaparkan visi dan misi serta program jika kelak terpilih menjadi orang nomor satu di Indonesia. Sebagai sebuah konsep yang orisinal, Nasionalime Unggul kembali didengungkan oleh Dino. Nasionalisme Unggul bukan hanya slogan, Nasionalisme Unggul adalah suatu semangat, etos hidup, karakter bangsa, sekaligus resep sukses yang dapat membuat bangsa Indonesia melesat.
Isu 1: Mana yang didahulukan apakakah Membangun demokrasi  atau kesejahteraan? Strategi seperti apa yang dapat mensinergikan kedua hal tersebut.
Bangsa Indonesia telah mencetak sebuah prestasi besar, yaitu mampu untuk memadukan antara Demokrasi dan Pembangunan sehingga dapat berjalan beriringan. Demokrasi Indonesia adalah yang ketiga terbesar di Dunia, sementara itu Pembangunan Indonesia mencetak urutan kedua tertinggi di Asia. Visi saya terhadap Indonesia di abad ke 21 adalah Indonesia menjadi Demokrasi kelas menengah, hal ini berlandaskan pada pertumbuhan kelas menengah Indonesia yang menunjukkan tren positif. Cara untuk mencapai hal tersebut adalah dengan membagun budaya unggul, sebuah konsep (software), bukan hanya kebijakan semata.
Isu 2: Keunggulan ekonomi harus dibarengi dengan stabilitas politik. Sebagai penerus tongkat kepemimpinan, apa kiat yang akan ditempuh dan konsep yang berkaitan dengan ekonomi?
Dengan capaian pertumbuhan ekonomi Indonesia yang luar biasa, hal yang harus saya lakukan sebagai Presiden selanjutnya adalah berupaya menjaga momentum bersejarah ini. Kita jangan sampai lengah terhadap capaian tersebut. Kelengahan dan kelalaian tersebut telah terbukti pada beberapa Negara di Dunia, yaitu Brazil dan India, dimana kedua Negara tersebut mengalami pelambatan pertumbuhan ekonomi.
Ekonomi dan politik harus dapat bersinergi secara baik. Tantangan nyata dalam pembangunan ekonomi adalah kualitas politik yang menurun. Meskipun pembangunan ekonomi bagus, namun jika tidak didukung  oleh kualitas politik yang baik akan berakibat kepada menurunnya kepercayaan masyarakat pada politik dan nantinya akan bermuara pada lemahnya kepercayaan terhadap ekonomi.
Tiga hal yang  Dino tawarkan dalam mengahadapi tantangan tersebut, yaitu pertama jadikan Indonesia Negara yang paling mudah untuk membuka dan mengembangkan usaha. Saat ini Indonesia berada di urutan ke-120 dari 180 negara untuk kemudahan berbinis, tentu hal ini membutuhkan kerja keras untuk mengangkat posisi Indonesia. Kedua Presiden Indonesia harus memberikan perhatian lebih kepada sektor manufaktur karena kita tidak bisa selamanya bergantung pada sektor jasa.  Ketiga  Selain Pertumbuhan dan pemerataan pembangunan,  satu hal yang menjadi kunci adalah kualitas hidup. Pertumbuhan ekonomi baik, pemerataan bagus, namun jika masyarakat tidak dapat menikmati hidup diakibatkan oleh polusi, kemacetan, kualitas kesehatan yang menurun tentu kedua hal diawal akan menjadi sia-sia.
Isu 3: Pengembangan pada sektor Pertanian
Semakin berkembang dan maju ekonomi suaatu Negara, maka pekerja dibidang pertanian akan semakin menurun, hal ini lumrah karena Negara tersebut bertransformasi menjadi Negara industrialis. Tantangannya adalah bagaimana menjaga produktifitas pangan Indonesia. Satu jawaban konkrit saya adalah dengan membentuk sistem aglomerasi diantara petani-petani dengan ladang yang kecil. Lebih lanjut  membudayakan menabung dikalangan petani tersebut. Rendahnya budaya menabung di tingkat petani, membuat mereka menjadi kalangan yang rentan terganggu ekonominya.


 Sumber: Dino Kembali Gaungkan Nasionalisme Unggul Di Debat Konvensi Demokrat Ketiga

Setelah mengikuti Konvensi Capres Demokrat dengan meriah, banyak orang-orang yang meminta foto bersama dengan tamu-tamu yang hadir. Saya pun difoto dengan Ruhut Sitompul, dan lainnya.
Ini suasana ketika Acara Konvensi Capres Demokrat selesai




Ketika hendak pulang Bang Bagus memberi kabar
"Eh Lin, buku Nasionalisme Unggu yang kemarin dikasih di Bawean Resto ketinggalan ya?" tanya Bang Bagus
"Wah iya masa? Lina belum cek lagi"
"Iya, kemarin di Bawean Resto ada satu buku tertinggal dan ternyata ada nama kamunya yang sudah ditandangani sama Dr. Dino"
"Oh.. walah, gimana dong bang?"
"Sekarang kamu pergi kemana?"
"Ke Cileunyi Bang"
"Wah, jauh juga ya. Bawa mobil gak?"
"Enggak bang, sekarang naik motor sama temen"
"Waduh, kasian. Atau mau ikut dulu ke hotel ngambil bukunya? Ada di tas di sana"
"Kejauhan, kasian nanti pulangnya" jawab Mbak Fika
"Ya sudah nanti Abang ke Cileunyi ya"
"Oke oke, nanti bang hubungi lagi ya"
Setelah diskusi tentang Buku itu bersama Bang Bagus, Mbak Fika, dan Bang Egi saya pun langsung pamit pulang.
* * *
Beberapa hari kemudian Bang Bagus menghubungi saya menanyakan alamat tinggal yang di Bandung, dia akan mengirimkan Bukunya lewat paket karena tidak bisa ke Cileunyi langsung.
"Lin, nanti abang kirim ya. Minta alamatnya"
Namun, beberapa hari kemudian paket belum sampai dan ternyata memang belum dikirim, Bang Bagus mengirimi pesan singkat kembali
"Lin, bukunya ternyata hilang, nanti abang mintakan kembali sekaligus mintakan tanda tangan baru dari Dr. Dino-nya ya"
"Oh.. iya iya Bang tidak apa-apa"
"Besok mungkin abang mintakan tanda tangannya, karena besok Dr. Dino ngisi acara di Jakarta. Lina mau ikut?"
"Kejauhan Bang, dan sedang ada kuliah juga. Oke Bang makasih banyak"
Beruntung sekali bisa mengenal dekat Tim dari Dr. Dino, mereka sangat akrab dan baik.
Beberapa hari kemudian, paket datang dengan buku yang sudah dibubuhi dengan tulisan Dr. Dino di awal buku "Untuk Lina - Dinno Patti Djalal"




Alhamdulillah terima kasih ya Allah sudah memberikan takdir kepadaku untuk bertemu dengan Dr. Dino bersama timnya, terima kasih sudah memberika kejadian yang indah. Sungguh, ini nikmat yang bertelekan.
Terima kasih banyak Dr. Dino Patti Djalal, terima kasih banyak tim Dr. Dino Patti Djalal. Kalian semua sudah memasuki kehidupanku, memberikan warna yang baru, dan lebih indah. Semua yang sudah terlewati tidak akan terhapus begitu saja, insyaAllah ada korelasi kedepannya. Semoga.
Betapapun, sungguh ini adalah pengalaman yang luar biasa. :)
Alhamdulillah :)