Thanks to Allah (catatan teruntuk Miku dan Galuh) ^_^

Ya Allah, terima kasihku atas anugrah yang kau beri, dikala aku tengah membutuhkan sampan untuk ditemaninya mengayuh kehidupan, Kau kirimkan dua kekasihMu untukku. Untuk menemani aku akhir ini. Mereka adalah kekasihMu yang senantiasa bersahabat denganku semata karenaMu, ya Allah. Lillaahi Ta'ala. ^_^


Miku ShimaiNamamu yang hadir di mimpiku. Hingga aku mencari nama itu di ranting kehidupan. Dan pada akhirnya aku menemukanmu dan kau pun menjadi sahabatku. Meskipun kita baru saling mengenal secara lebih dalam. Kau dan aku sudah seperti bunga dan putik, kau selalu ada untukku dihari sepiku, hingga kau mampu menembus hatiku untuk melihat risaunya di sana. Dan kau pun mendamaikan risau itu dengan bara-bara semangat yang kau tuturkan kepadaku dengan lembutnya. Kau anugrah dari Allah untukku, melewati mimpi yang mampu menyisakan sebuah arti.


Galuh Putrining AjiKau adalah orang yang pertama mempertemukan aku dengan nama yang aku impikan. Hingga aku menjadi akrab denganmu, dengannya juga. Kau perantara dari Allah yang mesti aku lewati melewati dirimu. Dan kau pun semakin dekat denganku. Aku takkan pernah lupa dengan apa yang pernah kau kata padaku. Baru akhir ini kita semakin dekat dan akrab. Namun rasanya kau telah mengetahui segala apa yang ada dalam diriku. Kau selalu setia menemani mengisi hari sepiku, dengan kehumoran yang mampu membuat aku tertawa gembira. Dan kau membuatku senyum selalu. Kau sudah tahu kegelisahan dan tangis ini, kau usap air mata ini dengan kelembutanmu. Hingga kau pernah merasakan keterpurukanku saat aku tampar dirimu dengan kata-kata, namun kau tetap pada pendirianmu yaitu ingin menemaniku saat malam dan hujan membasahi pasir itu. Dan semua itu membuat kita semakin dekat. Kau setia membangunkan aku di 1/2 atau 1/3-nya malam. Kau tuntun aku menuju rindu yang paling lepuh dan teguh.


Ini adalah kata-kata yang aku percaya dan semoga kalian pun memegang kata-kata yang di tuturkan saat itu.
Miku Shimai
: "Hari ini teman dekatku bertambah, semoga Allah ijinkan kita jadi sahabat"
Galuh Putrining Aji: "Telah ku rasakan getar luka kawan yang luka, kurasakan lesu kawan yang lesu, kurasakan panas kawan yang panas, tiada lagi selain mega, kawanku yang menyirami kulitku, yang menyelimuti tidurku, yang membasuh punggungku. Jika kau berkelana sekian lama ke lembah-lembah jauh lalu kembali dalam keadaan merana, maka aku adalah tambatanmu tempat kau mengadukan duka deritamu, tempat kau menyesali kelalaian tuan dan tempat kau teteskan air mata tiada ku ragu akan diriku, aku terima kekeringanmu seperti kuterima kelembapanmu kuterima kesedihanmu seperti ku terima kegembiraanmu. Itulah penawaranku, kawan. Semoga kau berkenan.Persahabatan kita yang baru terjalin dapat seperti puisi itu, aku ingin bersahabat denganmu Lillaahi Ta’ala.”

“engkaulah gulita yang memupuskan segala batasan dan alasan engkaulah penunjuk jalan terang menuju palung kekosongan di samudra terkelam, engkaulah sayap tanpa tepi yang membentang menuju tempat tak bernama namun terasa ada ajarkan aku, teh lina melebur dalam gelap tanpa harus lenyap merengkuh rasa takut tanpa perlu surut, bangun dari ilusi namun tak memilih pergi” Ucap Galuh dalam SMS semalam.

Kata-kata itu meyakinkanku, bahwa kalian datang untuk menjadi sahabatku. :)

Dalam waktu yang bersamaan kalian datang bersama memasuki kehidupanku. Semoga persahabatan kita yang baru terjalin ini mendapatkan ridhoNya. Semoga kita bisa saling menuntun dan memegang bahu satu sama lain untuk abadinya persahabatan ini. Tidak hanya cukup sampai di sini saja kita saling mengenal, namun marilah kita sama-sama berjuang dalam perjalanan suci ini sampai waktu memisahkan kita, kawan. Semoga Allah tidak hanya mempertemukan kita di dunia saja, melainkan di surganya Allah tempat yang abadi selamanya.

Saya panjatkan syukurku selalu di bawah kalamNya dan di balik tirai air mata yang ku rengkuh dipekatnya malam atas semua karunia ini.

Dan terima kasihku kepada kalian, yang selalu hadir di hariku, di hidup sunyiku, menghiburku, membuatku tersenyum selalu, menangkapku dari jurang kepedihan hatiku, dan mengajak aku bercinta untuk surga. Meskipun baru akhir-akhir ini, namun kalian sudah mampu mendekap asa.

Terima kasih, sahabat. ^_^

Cianjur,
06/10/2011
03:00