Kau nyaman di paruku ?
lalu di hatiku berkerumun
semakin lama kau sakiti aku juga
kau gerogoti dinding serambi
sesukamu di hatiku
sedang aku tak tahu bagaimana keluar darimu
mungkin Tuhan membiarkanmu bermain disana
untukku belajar dari semua
Aku hanya menyalut selaput dengan tangis
namun kau robek lagi selaput itu
agar kau puas melubangi
dengan liarnya
seperti jaring laba-laba hitam
yang dihancurkan anak itu
sampai kapankah kau disana ?
sampai ajal menjemputku
Lina Fathiinah
16/10/2011
20:35