Unforgettable Moments



Senja itu aku masih mengedit naskah flash true story yang akan dikirimkan kepada panitia lomba kisah inspiratif. Mengejar Deadline malam ini rasanya seperti perang dengan menunggangi kuda. Memang dari awal itu aku sedikit kebingungan karena naskahku berhasil ditulis 4000 kata lebih harus diedit menjadi 1000 kata saja. Bayangkan, masa semua cerita harus dibuang? Lalu bagian mana yang harus aku ambil? Sigh.
Akhirnya, setelah melaksanakan shalat maghrib aku meminta kakak untuk mengantar ke warnet, karena waktu itu di rumah belum ada modem atau yang lainnya yang bisa menyambungkan ke internet. Aku pun ijin dan meminta doa kepada orang tua untuk pergi ke warnet dan semoga naskahnya berhasil dipilih untuk dibukukan bersama penulis yang lain.
Ternyata, di warnet pun aku masih harus mengedit setelah menempuh perjalan panjang dengan kaki karena jarak warnet dari rumah lumayan jauh. Di sisi lain aku meyakini bahwa iniliah kerikil yang harus dilalui untuk menikmati manisnya di depan, dari awal ketika tahu kabar ada lomba ini, hati seolah terpanggil untuk mengikutinya, semacam mendapatkan Nur Illahi. Optimis merasuki sukma.
Beruntungnya aku mempunyai kakak yang berbaik hati, setia duduk di sampingku menunggu. Saat itu aku lupa belum memberi judul ceritaku, aku sempat menanyakan kepada kakak judul apa yang cocok untuk ceritaku ini? hanya saja, kakakku juga jadi ikut kebingungan.
Melihat bill komputer warnet pun rasanya dikejar oleh Vampire. Tangan memegang kepala yang tertunduk—sekejap. Mencoba mencari inspirasi dan bantuan dari Allah. Aku berdoa dan berdoa. Akhirnya, aku menemukan judul yang pas setelah beberapa judul kutulis lalu kuhapus lagi. Memang benar, memberikan judul pada sebuah naskah itu seperti memberi nama kepadaseorang anak (meski belum punya anak). Hehe
Akupun memberi judul Ijinkan Nafasku Berhembus
Naskah langsung kukirim lewat email beserta biodata narasi penulis, lalu mengkonfirmasi kepada panitia.
Malam itu kuakhiri dengan penaruhan harapan yang dalam. Sekarang, tinggal menunggu pengumuman mengetuk pintu.
*                             *                             *
“Alhamdulillah, aku berhasil!” ucapku haru biru, tangan membeku langsung sujud syukur saat itu juga. Ya, aku berhasil. Akhirnya naskah yang kukirim terpilih menjadi salah satu yang akan dibukukan bersama 150 Penulis Se-Indonesia dari ribuan peserta yang daftar. It’s so GREAT!
Aku pun langsung memberitahukannya kepada orang tua, kakak dan adik. Syukurku ya Allah.
Tak lupa mengabarkan kepada teman-teman sekelasku di XII IPA 4, utamanya kepada Neidya karena dia sahabatku yang mengenalkanku kepada para penyair hebat sehingga akupun rajin menulis dari sana.
Beberapa hari kemudian, pada senja yang kian renta aku baru mengetuk pintu rumah karena ada kegiatan di ekskul KIJ (Karya Ilmiah Jurnalistik).
“Lina, ini ada kiriman buku dari pos” ucap Mamahku membuat kaget tidak kepalang
“iya nih Lina, bukunya sudah sampai. Waah selamat ya” ucap keluargaku yang lain menyusul pembicaraan
Aku langsung melangkahkan kaki ke ruangan keluarga. Lalu kupegang buku itu, baju putih abu masih kukenakan. Subhanallah, AKU BERHASIL! Terenyuh. Bahagia.

Tebal: xvi + 374 Hlm
ISBN : 978-602-19599-6-1
Harga : Rp. 60.000,-
Dapatkan di TB. Gramedia Kesayangan Anda!!!
Cara Pemesanan Online
kirim e-mail ke aila.nadari@gmail.com atau akun twit @ainadari
———————-
ENDORSMENT:
———————-
“Inspirasi bisa datang dari manapun, dan yang paling berkesan tentu datang dari pengalaman kita sendiri. Kumpulan kisah dalam buku ini akan memberi Anda suntikan inspirasi yang nyata, terjadi setiap hari, dan sangat dekat dengan pengalaman anda sendiri!”- Dedy Dahlan, Passion Coach. Penulis buku Best Selling “PASSION – Ubah Hobi jadi Duit”
 
SINOPSIS :
———————-
Kisah-kisah yang ada di buku ini, adalah kisah penuh warna yang dialami sendiri oleh para kontributornya. Based True Story yang menjadi keharusan naskah, menjadikan kisah yang ditulis menjadi berjiwa. Membaca setiap chapter di buku ini, membawa kita merefleksi satu tahun perjalanan hidup kita di 2011. Begitu banyak warna terserak yang mewarnai hidup kita. Dari segala kisah yang telah dibagi, kami sangat berharap, kisah-kisah tersebut dapat memberikan pelajaran, hikmah, inspirasi dan manfaat bagi para pembaca.



Buku ini akan menyebar keseluruh Indonesia.
Terima kasih Tuhan atas kado terindah ini :’)
Ketika arakan awan hitam menjadi satu, aku masih surfing internet lewat ponsel. Aku dihubungi oleh pihak panitia terkait royalti. Namun aku meniatkan untuk royalti seluruhnya diberikan kepada anak yatim karena saat itu juga panitia akan memberikan santunan kepada anak yatim.
Aku berharap, semoga di lain waktu aku bisa menerbitkan banyak buku dan bisa berbagi kepada anak yatim dan orang-orang yang membutuhkan.
Pesan: Teruhlah keyakinan pada hati, percayalah pada diri sendiri, optimis, usaha dibarengi dengan doa, lalu berbagi. J

Terima kasih yang sudah baca ini, yang mau tau kronologi kenapa saya menulis kisah “IjinkanNafasku Berhembus” baca saja di sini: Ijinkan Nafasku Berhembus - Lina Fatinah

Salam J