Senin, 02 Maret 2015 di Aula STIE Ekuitas lantai 4 sedang berlangsung Seminar Regional Jawa Barat. Dan saya adalah salah satu partisipan dari FORDES UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
Seminar
kali ini diisi oleh pembicara-pembicara yang luar biasa, yaitu:
1. Dr.
Adiwarman Azwar Karim, S.E., M.B.A., M.A.E.P (Specialization in Islamic
Banking, Economic and Finance)
2. Noor
Al Kautsar (Pengusaha Sepatu xFYCx)
Materi
pertama diisi oleh Noor Al Kautsar. Inilah yang saya tangkap selama seminar
dari Beliau, semoga bermanfaat :)
Noor
Al Kautsar atau yang sering dikenal Kang Ucay ini adalah salah satu pemain Band
Rocket Rockers yang pernah membooming kemana-mana hingga keliling Eropa, masuk
majalah, masuk salah satu film layar lebar dan lainnya. Waktunya sering
dihabiskan manggung di sana-sini, hingga sering meninggalkan rumah karena
kesibukan passionnya’.
Seperti
yang dituturkan oleh Kang Ucay bahwa masa lalunya begitu Chaos:
1. Haus
akan pengalaman
2. Ingin
tampil beda
3. Materi
menjadi fokus utama
4. Menghamba
pada passion
Suatu
hari, ketika sedang berada dalam pesawat Kang Ucay merenung sembari
membayangkan yang terjadi selama ini; manggung dengan penonton yang
joged-joged, perempuan dan laki-laki menyatu, kesenangan, poya-poya bahkan
waktu untuk mengaji pun tidak ada. Lalu terbersit dalam hati, bak langit hitam
yang tersapu angin dalam hatinya. Ia memikirkan bahwa dalam perjalanan saat itu
akan pergi manggung ke suatu bar, tidak ada “thoyyiban” selama dalam perjalanan
itu, dan jika pesawat yang ditumpangi terjatuh tentu perjalanan dan keadaan
matinya tidak berada dalam keridoan Allah. Dari sana, Ia mulai berpikir lebih
dalam dan dalam. Ia mengambil kata mutiara dari Buya Hamka “Kalau hidup sekedar hidup, babi di hutan juga hidup. Kalau bekerja
sekedar bekerja, kera uga bekerja”. Hingga akhirnya, tahun 2013 ia
memutuskan untuk resend dari Bandnya.
Setelah itu, lembaran baru mulai ia tapaki. Memulai dengan berbisnis, namun
membuahkan hasil yang buruk, uang dan barang dibawa kabur hingga kerampokan,
membuat hartanya habis, lalu sakit-sakitan yang tiada hentinya. Namun di sisi
lain, ia menyadari bahwasanya penyakit yang diderita itu untuk penawar
dosa-dosa yang telah diperbuatnya. Bukan hanya itu, ia pun dianggap aneh oleh
teman-temannya. Seiring berjalannya waktu ia mulai berani membela islam dan
masuk dalam komunitas anti JIL. Dari sana dapat teman-teman baru yang tentunya
setia berbagi ilmu keagamaan.
Kemudian,
Kang Ucay mulai menerjuni bisnisnya dengan membuat sepatu xFYCx “Stay young,
good, clean and fun”. Sepatu ini lebih tepat untuk para skateboarder.
Nih,
hal yang perlu dicatat dari Kang Ucay:
Brand
is not a logo, advertising, corporate
identity, marketing. But, brand is confidance, passion, belonging, action,
security and a set of unique values.
“When
people use your brand as a verb, that is remarkable” – Meg Withman
Brand
= reputation
Brand
= Mental Shorthand
Everything
you do and say influences your reputation.
Konsep
Rizki:
1. Setiap
manusia sudah ditanggung rizkinya
2. Jumlah
dan waktu datangnya rahasia
3. Tanggung
jawab asalnya
4. Tanggung
jawab penggunaannya
Selanjutnya,
materi kedua disampaikan oleh Dr. Adiwarman Azwar Karim, S.E., M.B.A., M.A.E.P
(Specialization in Islamic Banking, Economic and Finance).
Sebagai
pembukaan, beliau menceritakan tentang betapa hebatnya Indonesia. Contohnya:
Yang
menjadi kiblat hijab dunia saat ini adalah Indonesia
Yang
menjadikan singkong jadi beberapa tipe makanan hanya ada di Indonesia
Dan
yang menciptakan baju renang muslim adalah Indonesia. Inilah yang saya jawab
ketika beliau menanyakan hal itu kepada para penonton, beruntung saya yang
mengacungkan tangan lebih dulu lalu ke depan dan diberi uang 50.000 olehnya.
(Lumyan.. hehe)
Ir. Adiwarman atau sapaan
akrabnya Bang Adi adalah akademisi dan praktisi ekonomi syariah. Saat ini, ia
dipercaya menjadi anggota Dewan Syariah Nasional MUI dan dewan
pengawas sejumlah lembaga perbankan syariah. Di luar itu, ia giat menulis,
memberikan pelatihan, dan menjadi dosen tamu di berbagai perguruan tinggi dalam
dan luar negeri.
Adiwarman mulai menggeluti
kariernya di bidang perbankan syariah pada tahun 1992 sebagai staf litbang di Bank Muamalat, setelah sebelumnya sempat
bekerja sebagai pegawai di Badan Perencanaan Pembangunan
Nasional. Pada tahun 1998, ia memimpin Bank Muamalat cabang Bandung
dan merangkak naik menjadi Wakil Direktur Utama Muamalat Institute sampai ia
memutuskan mengundurkan diri pada tahun 2001. Pada tahun 1999, ia bersama
kurang lebih empat puluh lima tokoh dan cendekiawan Muslim Indonesia mendirikan
The
International Institute of Islamic Thought (IIIT) Indonesia. Pada
Agustus 2001, ia mendirikan perusahaan konsultan bisnis syariah Karim
Consulting Indonesia, yang telah membidani lahirnya beberapa unit
syariah di sejumlah bank di Indonesia.
Lulus dari IPB tahun 1986, Adi
menerima tawaran beasiswa untuk melanjutkan pendidikan master bidang keuangan
di Universitas Boston, Amerika
Serikat. Setelah menyelesaikan tesisnya tentang ekonomi syariah
Iran, ia melanjutkan kuliahnya ke Universitas European, Belgia dan
meraih gelar MBA pada tahun 1988. Pada tahun 1989, ia menyelesaikan kuliahnya
yang sempat terbengkalai di UI. Pada tahun 1992, ia tamat dari Boston
University dengan gelar MAEP.
Beliau
menyampaikan bahwa sektor bisnis di Indonesia adalah:
1. Fashion
2. Food
3. Fun
4. Finance
Dalam
berbisnis kita harus mempunyai sifat-sifat yang dimiliki Rasul yakni Sidiq,
Amanah, Tablig, dan Fatonah.
Lima
hal yang sangat penting dalam berbisnis adalah:
1. Kalahkan
diri sendiri
Biasanya
para pemuda sulit mengalahkan hawa nafsunya, seharunya mental para pemuda harus
dididik sedini mungkin. Mau berbisnis bagaimana jika bergaul dengan orang saja
tidak bisa? Jadi sangat penting untuk memperbanyak relasi dan tetap menjaga
senyum.
2. Kuasai
Pasar
“Tahu
di mana yang murah dan tahu di mana yang mahal” – Imam Al-Ghazali
“Beli
murah bayarnya belakangan, beli mahal bayarnya nanti”
3. Kuasai
Produksi
Contoh,
jika kita jual lele, maka suatu hari nanti kita harus mempunyai produksi lele
pribadi.
4. Kuasai
Organisasi
5. Modal
Inilah
hal yang penting dalam berbisnis. Setelah beberapa lama saya mencari jawaban
untuk solusi “Modal Dengkul” ternyata kali ini terjawab tuntas. Sekarang, saya
yakin bahwa kita (ah bukan, ini saya) yang menjadi pebisnis pemula tidak perlu
memikirkan modal apalagi besar-besar, modal skill dan knowladge itu lebih
penting.
Alhamdulillah,
hari ini saya bertemu dengan orang-orang yang luar biasa, menginspirasi. Pun bertemu
dengan teman-teman Kelompok Studi Ekonomi Islam (K-SEI) yang mengikuti
Olympiade Sharia Economic beberapa minggu yang lalu.
Malam
ini, mari kita berdoa bersama:
“Yaa
Arhamarroohimiin Yaa Arhamarroohimiin Yaa Arhamarroohimiin, Irhamnaa Irhamnaa Irhamnaa.
Yaa Rabb, Jadikanlah kami sebaik-baik manusia, lindungi kami dari segala godaan
syeitan yang terkutuk, lindungi kami, tuntun kami menuju jalan lurus-Mu, jangan
sampai hati ini condong kepada perbuatan yang sesat. Berikanlah hidayah dan
taufiqmu, berkahilah kami dengan rahmat-Mu. Berikanlah kami kesehatan, sehat
wal afi’iat. Berikanlah kami rizki yang banyak melimpah ruah serta halal,
sukseskanlah kami sesukses-suksesnya, kayakanlah kami sekaya-kayanya; kaya
hati, kaya ilmu, dan kaya harta. Jadikanlah kami mati dalam keadaan khusnul
khotimah, terimalah segala amal ibadah kami, ridhoi kami dalam setiap langkah
ini. dan pertemukanlah kami di Surgamu nanti. Aamiin Aamiin Aamiin Yaa Robbal
Aalamiin..
Kind
Regards,
Lina
Fatinah
PonPes
Al-Jawami Cileunyi Bandung, 02/03/2015 23:19