Mengecup Tubuh Cianjur



Senin yang baru terlahir di Tahun baru ini, aku memulai hari yang berbeda dari sebiasanya. Pakaian rapi sudah kukenakan. Kukecup tangan kedua orang tua.
“Doakan ya mah pah, semoga dilancarkan dan diberkahkan. Aamiin. Assalamu’alaikum” ucapku sembari meninggalkan pintu rumah. Kaki kulangkahkan bersama Adik yang hendak berangkat sekolah pertama setelah libur dua minggu. Dan hari ini, adalah hari pertama aku akan menjalani PKL (Praktek Kerja Lapangan). Setelah membatalkan PKL di Stock Exchange Indonesia (BEI) dan BSM KCP Jatinangor karena satu dan lain hal, aku pun menyebarkan surat perijinan ke tiga Bank Syariah yang ada di Cianjur, dua hari kemudian ada telfon dari BJBS Cianjur yang memberitahukan bahwa suratku di ACC.
Kabut menyelimuti, embun masih berjatuhan satu-satu. Tepat pukul 06.15 sudah berangkat menuju kantor BJBS Cianjur. Di dalam angkutan umum kulihat siswi MTsN Rancagoong, sekolahku dulu, termasuk siswi MAN Cianjur. Ada juga siswi SMA1, SMK1 dan lainnya. Pemandangan ini mengantarkanku pada gambar masa silam dulu, ketika masih duduk di bangku putih abu. Beberapa menit kemudian adikku turun di depan sekolah MTsN Rancagoong, sedang aku melanjutkan perjalanan. Ketika turun di depan Toserba selamat untuk menaiki angkutan yang menuju BJBS, aku melihat Kepala Sekolah waktu SD dulu, aku pun menghampiri.
“Assalamualaikum” sapaku sembari mengulurkan tangan untuk bersalaman “Saya Lina pak, murid SDN Jambudipa dulu” lanjutku seraya melemparkan senyum termanis
“Wa’alaikumsalam.. oh, iya iya, di mana sekarang?” tanyanya
“Saya kuliah di UIN Bandung, sekarang lagi PKL di BJBS”
“Bagus..bagus” jawab ia dengan senyumnya yang khas
“Mohon Doanya ya Pak” ucapku menutup pembicaraan
“Iya, insyaAllah. Sukses ya”
Aku pun kembali berjalan dan langsung menaiki angkutan umum yang kedua kalinya menuju BJBS di Jl. Ir. H. Djuanda
Al-Ma’tsurat pemberian dari temanku menemani pagi ini. Menenangkan.
“Assalamualaikum. Silakan masuk” sapaan manis dari Pak Satpam ketika memasuki BJBS
Lalu bagian CS (Costumer Service) pun melemparkan senyumnya. Aku pun berkenalan dan membicarkan perihal PKL, lalu datang karyawan lain dengan senyum semangatnya. Senang sekali rasanya pagi-pagi sudah mendapatkan senyuman yang tulus dari beberapa orang. Beberapa menit kemudian ketika aku duduk di ruang tunggu, datanglah seorang laki-laki yang sudah berumur, berpakaian rapi dan memakai dasi pink. Aku langsung berdiri menyambut dan memberikan salam untuknya.
“Assalamualaikum Pak, Saya Lina”
“Wa’alaikumsalam. Oh iya iya, yang PKL ya”
“Ir. Arif mengajar apa di sana?”
“Manager Risk, Pak” jawabku sembari baru menyadari bahwa beliau adalah Kepala Cabang Pembantu BJBS ini, setelah beberapa hari yang lalu salah satu Dosenku (Ir. Arif) memberitahukan nomor kontak beliau untuk perijinan PKL
Lalu, semua karyawan dari lantai dua mulai turun satu-satu. Briefing pun dimulai. Membuka pagi dengan Bismillah adalah suatu keharusan, lalu berdoa dipimpin oleh karyawan Bank. Pak Agus (Ketua Cabang Pembantu BJBS) pun mulai membuka briefing dengan membicarakan hal internal, dilanjut memperkenalkanku selaku Mahasiswi yang akan melaksanakan PKL selama satu bulan mendatang.
“Lina sudah punya pacar belum?” sontak pertanyaan dari Pak Agus
“Tidak pacaran Pak” jawabku seraya tersenyum malu dan sedikit merefleksikan tubuh karena baru tahu bahwa tidak begitu formal ternyata di dunia perbankan
“Di sini ada dua orang yang masih single” ucapnya sembari menyebutkan karyawan yang dimaksud
Tiba-tiba terlihat ada tamu dari luar sembari bertanya-tanya kepada Pak Satpam
“Oh mungkin itu yang PKL di sini juga” ucap Pak Agus
“Ada dua atau tiga orang pak yang PKL di sini?” tanya karyawan perempuan
“Dua orang, dari UIN juga” jawabnya. Membikin aku penasaran.
Ketika Mahasiswi itu masuk ruangan ternyata Fitry, teman sekelasku dulu waktu semester 1, sekarang sudah berbeda kelas.
Setelah perkenalan kami pun menutup perkenalan dengan membaca doa bersama. Lalu kami diarahkan untuk ke lantai dua. Kami duduk melihat kesibukan karyawan pagi itu. Membuka komputer masing-masing dan membuka programnya masing-masing. Sedang kami membaca buku yang ada di BJBS, aku melaha buku Financing BJBS, klausul akad iB maslahah, growth innovation, juga buku kepemimpinan. Hari itu kami hanya baca buku dan sharing. Tidak lebih.
“Di sini mah santai saja..” ucap Pak Hadi yang single dan mirip Harry Potter
Sebenarnya, ada dua sisi yang aku rasa; tidak enak karena tujuanku ingin praktek, enak karena tidak begitu dituntut ini dan itu. Jenuh memang membaca terus. Tapi, untuk hari pertama mungkin perkenalan sudah cukup. Perkenalan SDI dan tentang BJBS itu sendiri. Ketika sharing pembicaraannya mengasyikan, santai ditemani tertawa renyah karena selalu diselingi jokes. Karyawannya pada ramah, terbuka dan enjoy. <>
Adzan Dzuhur pun berkumandang, waktunya ishoma. Saya dan Fitry shalat di mushola Bank, lalu pergi ke tempat makan karena ternyata tidak disediakan makanan dari dalam terkecuali untuk karyawan. Oke, no problem. (Dalam hati “big problem”) :D
Aku perhatikan satu-satu kesibukan karyawan di sana. Telfon kantor tiap menitnya berdering, ada yang sibuk ngecopy, ngeprint dan bolak-balik bak setrika. Aku tetap memegang buku. Lalu sharing lagi ketika karyawan sudah tidak begitu sibuk. Ya, begitulah hari pertama. Tapi, menyenangkan karena membikin saya jatuh cinta membaca buku di sana.
“Jadi ya, liburan ke pangandaran” ucap kepala Cabang kepada karyawannya. Mereka pun membicarakan sembari mengerjakan ini dan itu. Aku sedikit menguping. Lalu, beberapa menit kemudian setelah Kepala Cabang kembali ke ruangannya, aku pun menanyakan hal itu kepada salah satu karyawan. Ternyata mereka akan melangsungkan perjalanan untuk berlibur.
“Kita kan sudah tutup buku di akhir Desember kemarin dengan begitu sibuk. Nah, sekarang butuh refreshing agar semangat kembali” jawabnya
Dalam hati langsung menggerutu: pada hakikatnya ketika kita ingin refreshing hanya butuh satu. Yakni, Allah. Bermuhasabah lebih dekat itu akan memberikan efek yang lebih dari refreshing yang dimaksud kebanyakan orang dengan berlibur. Kalau berlibur saya rasa cukup untuk dijadikan tadabbur alam.
Astaghfirulloh, saya juga masih belajar untuk seperti itu.
Air mata menitik di atas sejadah setelah melaksanakan shalat ashar. Memikirkan satu hal, menjadi karyawan Bank setelah kuperhatikan seharian ternyata seperti itu. Berat menurutku. Berangkat pagi, pulang malam, dan itu rutin hingga hari jum’at, disibukkan dengan urusan dunia. Itulah salah satu sebab mengapa saya tidak mau menjadi karyawan Bank, kecuali jadi DSN, DPS atau Presidennya. Aku melihat terlalu melalaikan waktu. Tapi semua kembali kepada niat.
Dengan itu, sekalipun aku jurusan Hukum Ekonomi Syariah prodi Perbankan Syariah. Aku tidak memprioritaskan diri saya untuk menjadi karyawan Bank. Aku hanya ingin setelah lulus S1 langsung study abroad dengan beasiswa full. Entah itu ke Durhem University of London, Tilburg University of Netherlands, Melbourne University of Ausie. Or wherever, yang penting di luar negeri dengan beasiswa erasmus mundus atau beasiswa dari pemerintah dan atau darimanapun yang penting halal. Lalu setelah S2 di luar negeri, saya menerbitkan buku-buku inspirasi, novel, puisi. Diundang menjadi pembicara (studi keilmuan, motivator, motivasinger, keilmuan sastra dan lainnya) dalam seminar, training atau apapun itu. Di sisi itu mempunyai perusahaan yang banyak dengan mempunyai passive income. Direkrut menduduki kursi penting di BI, BEI, OJK. Mengajar dimana-mana, menjadi pembawa acara dalam traveler islam. Pada intinya, aku hanya ingin menjadi sosok yang bermanfaat untuk yang lain, memberikan nilai dalam bentuk apapun itu, entah dari ilmu atau pengalaman. Aku hanya ingin, waktuku tidak sia-sia digunakan di pasar fana ini. Aku ingin memberikan perubahan yang berarti untuk banyak orang. Aku ingin passionku tersalurkan semua. Menjalaninya dengan suka ria tanpa beban, mencapai karir (meaning full life), dan menjadi nilai ibadah disetiap langkahnya. Semoga terwujud. Aamiin Yaa Rabb. Faidzaa Azamta Fatawakkal Alallah. Kun Faya Kun! Man Jadda Wa Jadda.
Beberapa menit kemudian sekitar pukul 16.30 kami pun pulang.
Kulangkahkan kaki seorang diri menuju jalan depan Hypermart karena akan menaiki angkutan umum dari sana. Hujan gerimis menemani. Setengah hari mengelilingi jalan Cianjur; Jl. Ir. H. Djuanda - Jl. K.H Abdulloh bin Nuh, hypermart, SMA1, MAN (Sekolahku tercinta), lalu belanja ke Toserba. Rasanya berjalan sembari membuka kenangan diam-diam. Ya Allah.. Nelangsa. Mengecup tubuh Cianjur seutuhnya.
“Cianjur, aku kembali. Akan menyulam cerita sebulan mendatang nanti. Dekap eratlah.” Gerutup dalam hati
Alhamdulillah. Syukurku Rabbii.
Aku tahu, Allah tidak akan semata-mata menempatkan seseorang di suatu tempat manapun itu. Kejadian hari ini pasti akan ada korelasinya di masa yang akan datang.
Mungkin Allah menginginkanku untuk lebih menghargai kota kelahiran, untuk membesarkan dan mengharumkan dengan prestasi-prestasi yang lebih cemerlang, dengan seni budaya yang harus dilestarikan.

Cianjur,
05 Januari 2015
Lina Fatinah
@LinaFatinah_

  First Day Colase Photos