Mengasuh Rindu



Pagi ini, diam
Daundaun, diam
Semua diam.

Ranting, embun dan kabut menyisakan kenangan
Pagi ini, orang-orang mulai menanggalkan gerbang almuhajirot
Satusatu berlalu dan pergi
Bak dandelion yang menepi pada kuncup azalea        

Aku. Masih di sini.
Entah bertemu atau tidak. Mengingat beberapa hari kedepan tidak akan kujumpai
Mungkin ketika datang kembali sudah tersisa jaring laba-laba pada dinding hijau yang sunyi
“hahaha” tawamu. Dalam bayang. Hilang bersama angin.

Aku.
Masih di sini.
Menggali perigi
Bernyanyi sunyi
Mengecup manisnya imaji

Aku.
Masih di sini
Mengenyam rindu yang ngilu
Menyulam rindu yang pahit
Pada sajaksajak sakit

Aku.
Masih di sini
Mengasuh rindu

Dan aku baru tahu bahwa
: Aku mati tanpamu.



Aljawami Cileunyi Bandung 

Lina Fatinah
24/12/14


Ini rekaman puisinya: