"Hujan membuka kenangan diam-diam" - LF
Apa yang kamu lakukan ketika hujan?
Berlari dari hujan? Lalu ke rumah menutup jendela dan pintu. Menjauh dari hujan. Jauh.
Hah, aku tidak mengerti jika seperti itu.
Hujan,
ketika ia datang mengajak bermain, aku langsung berlari. Bukan untuk mengurung diri, bukan. Sangat bukan.
Tapi berlari. Menari-nari, menikmati hujan yang membasahi pipi.
Tengadah, membuka telapak tangan, lalu memejamkan mata dan menikmatinya. Lebih dalam dan dalam.
Dalam hati menggerutup "Allohuma Soyyiban Naafian"
Bibir merekah membentuk senyum. Bahagia tidak kepalang.
Entah, dari dulu aku suka hujan. Ya, aku sangat mencintainya!
Hujan, membikin aku menerbangkan mimpi-mimpi, dan menyisakan kenangan di kuncup azalia.
