Hawar-hawar angin mengusap lembut tepat di wajah. Dari pelipis menelusup ke selaput imaji, membawaku pada kenangan dulu
: masa kanak-kanak, bermain dan berlari bersama hujan, mengejar layang-layang atau petak umpet sampai adzan magrib tiba
tak menanggung beban, hanya kedamaian dari cinta seorang Ibu yang setia serta, melewati lembar-lembar hari bak pelangi