Nelangsa. Ketika senja kian renta,
burung-burung berlalu ke hilir, langit merah jambu dan keemasaan. Suaramu Dik,
menggema bershalawat di mesjid mengasuh adzan magrib tiba. Nelangsa lagi ketika
adzan dikumandangkan. Suaramu persis seperti Bapak, Dik. Hujan membasahi pasir.
Magrib ini di tempatku menggali ilmu, pondokku ditemani suaramu yang damai nan
syahdu. Dik Afifi Abdul Khobir, tercinta. 1 maret