Pagi tua. Seperti biasa aku termangu melihat kabut yang menyelimuti pedesaan ini.
“Hei kau, kemarilah.” Ajakku padamu di atas beranda
“Kau melihat pagi yang sungguh lugu ini?”
Kau terdiam.
“Ini pagi masih perawan, menjelma arti kejujuran dan kebenaran”
“Pagi yang selalu kutunggu-tunggu kehadirannya. Setelah aku tahu, betapa dewasa ini kejujuran dan kebenaran harus didapatkan dengan uang.” Lanjutku. Dan kau tetap terdiam. Diam. 10 maret
“Kau melihat pagi yang sungguh lugu ini?”
Kau terdiam.
“Ini pagi masih perawan, menjelma arti kejujuran dan kebenaran”
“Pagi yang selalu kutunggu-tunggu kehadirannya. Setelah aku tahu, betapa dewasa ini kejujuran dan kebenaran harus didapatkan dengan uang.” Lanjutku. Dan kau tetap terdiam. Diam. 10 maret