17-18 Mei 2014
Hari ini saya pergi menuju Salman ITB menggunakan travel
dari Nangor (Depan kampus UNPAD).
Agendanya adalah kumpul akbar panitia 1000 Cahaya. Sebelumnya
saya sudah ke sini dan kumpul di ruang GSG D lat. 2. Dan sekarang lebih
tepatnya untuk pelatihan panitia, persiapan untuk acara yang besar ini.
1000 Cahaya adalah acara menanamkan rasa nasionalisme,
berbagi, bermimpi, dan berani kepada 1000 anak Indonesia oleh 500 Panitia dari
Bandung dan Jakarta. Acara ini digagas oleh Kalam Salman ITB.
Sebelumnya saya tahu acara ini dari seorang teman di Facebook yang menyebar luaskan infonya
di grup Cianjur Grand University Day
Saya sengaja mengikuti acara ini karena dari visinya saja
sudah begitu mulia, dan saya pun ingin ikut
Sekisar pukul 10.00 saya sampai di Salman ITB, dan mulai
kumpul di Lap. Futsan Salman ITB
Dimulai dengan pengecekan spek
Setelah itu games perkenalan, dan dibagi kelompok.
Ternyata saya satu kelompok bersama Mahasiswi ITB semua; Nuraisyah Yuniar, Andini, Nero, Fiffty, Airen dan Adinda.
Setelah
itu setiap kelompok harus dipilih ketua kelompoknya. Dan mereka
menyuruhku untuk menjadi ketua kelompok. Saya pun kedepan dan diberi
tugas
Klunya
adalah mencari satu orang yang akan menjadi pendamping kelompok, dan
setelah itu saya diberi kertas kecil dengan kalimat yang tidak
beraturan, setelah meremukannya bersama kelompok, ternyata huruf-huruf
itu membentuk "Museum Geologi" kami pun langsung mencari pembimbingnya,
dan ternyata ada kakak dari ITB yang akan menjadi pendamping, eh bukan
pendamping, dia hanya mengarahkan langkah kaki kita tertuju, dia
memantau dari kejauhan. Kami pun langsung pergi menuju Museum Geologi
dengan menaiki angkutan. Dari sana, perkenalan mulai lebih dekat.
Sesampainya di Museum Geologi, ternyata di sana sudah ada tim panitia inti yang akan memberikan materi tentang psikologi anak, siang itu di tengah sinar matari menyengat lembut ubun-ubun kami dan kelompok yang lain mendengarkan materi yang disampaikan. Setelah itu break, saya langsung pergi ke mesjid yang ada di lingkungan Museum Geologi bersama Andini, karena yang lain sedang berhalangan. Setelah itu kami langsung makan bareng, dan kumpul bersama kelompok kembali menghapal yelyel kelompok. Gerakannya lucu. xD hehe
Sekitar pukul 1 siang, kami langsung disuruh ke Taman Jomblo di bawah jembatan Pasopati Bandung.
Ternyata
di sana pos bayangan, untuk menunjukan arah ke lapangan futsal yang
berada di bawah jembatan Pasopati. Baru pertama saya berjalan di bawah
jembatan itu, banyak sisi-sisi kehidupan yang saya dapatkan di sana.
Setelah sampai di Lap. Futsal, kami berbaris perkelompok, di sana mulai menampilkan yelyel tiap kelompok dan dipilih yelyel terbaik. Tentunya ketika kelompo saya tampil, saya semangat 45 penuh gelora, namun sayang tidak terpilih menjadi yelyel terbaik hehe. Setelah menemukan yelyel kelompok terbaik, kami langsung merumuskan untuk yelyel panitia angkatan 2014. Beberapa menit kemudian, adzan ashar berkumandang. Merumuskan yelyel dipegang oleh kelompok yang terpilih menjadi yelyel terbaik.
Kami semua langsung pergi menuju mesjid yang berada di belakang Baltos.
Gang sempit saya susuri bersama, rumah-rumah kumuh terlihat padat, ada
anak perempuan kecil dengan berambut panjang tampak sedang melukis pada
buku gambarnya di depan rumahnya yang sempit, suara anak kecil menangis,
kaki-kaki kecil anak laki-laki berlari. Sungguh, benar-benar di sini
aku menemukan sisi kehidupan yang lain. Subhanallah.
Setelah selesai shalat ashar kami kembali ke lapangan, di sana kami kumpul kelompok besar dan sharing materi yang sudah didapatkan siang tadi
Setelah itu kami langsung kumpul akbar dan mulai memeragakan yelyel angkatan. Sangat menghibur!Ini dia lirik yelyelnya
were were young wirrrrrrr
were were young wirrrrrrr
Aku aku, kamu kamu
Juara, Juara
Seribu Cahaya, Seribu Cahaya
Bersinar, Bersinar
1 2 3 4
Up and Down, Up Up and Down
Up and Down, Up Up and Down
Seribu Cahaya Tek Dung Tek Dung Tek dung
Selalu Riang Gembira Tek Dung Tek Dung Tek dung
Akan Selalu Bersama Tek Dung Tek Dung Tek dung
Sekali Lagi Tek Dung Tek Dung Tek dung
Selalu Tulus dan Ikhlas Tek Dung Tek Dung Tek dung
Akan selalu Setia Tek Dung Tek Dung Tek dung
Seribu Cahaya. Untuk Indonesia. Bisa
Setelah
acara senja selesai, kami diberi tugas untuk pergi makan bersama
kelompoknya masing-masing dan harus difoto, setelah itu diupload ke twitter dan fb dengan hashtag #1000Cahaya
Sebelumnya kami foto bersama dulu :)
Karena saya tidak tahu tempat makan di daerah sini, saya pun diajak ke Warung Eyang, minum coklat hangat dan ayam bakar. So Delicious! Di sana kami makan sembari berbagi cerita, senja yang menawan menjelmakan kebahagiaan bersama teman-teman. :)
Setelah
itu kami pun langsung menuju Salman ITB, kami semakin dekat di sana.
Alhamdulillah dipertemukan dengan teman-teman yang baru :)
Malam
itu saya bersama Nuraisyah, Andini dan Nero menginap di Salman ITB.
Catatan baru kuukir di Salman ITB. Bermalam di sana begitu dingin, tidak
tahan!. Sekisar pukul 03.00 saya terbangun dan langsung mengambil air
wudhu. Menikmati dinginnya Salman ITB, lampu-lampu bulat di halaman
Salman begitu damai, daun dan ranting masih basah, rumput menyeruakan
kedinginan. Bertafakur. Subhanallah. Sungguh nikmat.
Lalu, pukul 06.00 kami langsung olah raga dan sarapan. Dilanjut dengan finishing acara dan memeragakan yel yel angkatan 1000 Cahaya.
YEL YEL 1000 CAHAYA Untuk Indonesia
Setelah
itu, saya langsung rapat bersama kadiv acara, setelah itu langsung
pulang menuju Pondok Pesantren tercinta - Al-jawami :)
Terima kasih ya Allah, atas apa-apa yang telah Kau berikan kepada hamba. Alhamdulillah.












