Pagi-pagi yang biasanya saya tidur kembali (karena biasanya bulan ramadhan habitnya seperti itu) hehe, namun sekarang tidak, karena harus berbagi ilmu kepada anak-anak yang mempunyai semangat tinggi untuk mengenyam ilmu.
Hari
pertama, saya berkenalan lebih dekat kepada anak-anak. Wajah-wajahnya
berbinar, senyumannya menyejukan, setelah aku memperkenalkan diri, lalu
kusuruh anak-anak untuk memperkenalkan dirinya dan memberitahukan
mimpi-mimpinya di depan kelas. Saat itu, bulu kuduk berdiri karena
mendengar mimpi-mimpi yang luar biasa mulia dari seorang anak-anak,
ketika hendak menceritakan mimpinya, teman-teman yang lainnya
mengaminkannya. Semoga doa-doa yang terpanjat di bulan penuh berkah ini
dikabul. Istajid du'a.. InsyaAllah.
Setelah proses belajar mengajar selesai, seluruh pengajar mengadakan evaluasi di hari pertama. Hasil dari evaluasi itu adalah bahwa saya harus kondisional antara kelas A (TK) dan C (SD).
Keesokan harinya, saya mengajar di kelas C dan memberi tugas untuk dikerjakan saat itu juga, lalu aku tinggal dulu untuk pergi ke kelas A.
Ketika memasuki kelas A begitu ramai, ada yang lari-lari, duduk terdiam, ada yang tiduran, ada yang membaca Iqro, ada yang iseng dan banyak lagi. Inilah suasana kelas TK. Wajah-wajah yang menjelmakan kejujuran, keluguan dan penuh keikhlasan. Anak-anak, ya aku suka anak-anak.
Saya langsung memegang kelas dengan penuh ekspresif dan lebih aktif lagi, suara pun sedikit dinaikan dan penuh kelembutan dan manja kepada anak-anak layaknya guru TK.
"Assalamualaikum anak-anak, apa kabar hari ini?" sapaku ketika memasuki kelas
"Wa'alaikumsalam, baik ibu..."
interaksi pun terjadi, ada yang sedikit malu-malu ada yang terus bertanya ada yang kukuh mau langsung baca Iqro. Subhanallah.
Setelah introducing, langsung memulai membaca Iqro
hari-hari kulewati bersama anak-anak yang masih belum jauh mengenal dunia, Alhamdulillah dengan adanya saya berada ditengah anak-anak ini kebahagiaan pun merasuki sukma setiap saatnya.
Setelah proses belajar mengajar selesai, seluruh pengajar mengadakan evaluasi di hari pertama. Hasil dari evaluasi itu adalah bahwa saya harus kondisional antara kelas A (TK) dan C (SD).
Keesokan harinya, saya mengajar di kelas C dan memberi tugas untuk dikerjakan saat itu juga, lalu aku tinggal dulu untuk pergi ke kelas A.
Ketika memasuki kelas A begitu ramai, ada yang lari-lari, duduk terdiam, ada yang tiduran, ada yang membaca Iqro, ada yang iseng dan banyak lagi. Inilah suasana kelas TK. Wajah-wajah yang menjelmakan kejujuran, keluguan dan penuh keikhlasan. Anak-anak, ya aku suka anak-anak.
Saya langsung memegang kelas dengan penuh ekspresif dan lebih aktif lagi, suara pun sedikit dinaikan dan penuh kelembutan dan manja kepada anak-anak layaknya guru TK.
"Assalamualaikum anak-anak, apa kabar hari ini?" sapaku ketika memasuki kelas
"Wa'alaikumsalam, baik ibu..."
interaksi pun terjadi, ada yang sedikit malu-malu ada yang terus bertanya ada yang kukuh mau langsung baca Iqro. Subhanallah.
Setelah introducing, langsung memulai membaca Iqro
hari-hari kulewati bersama anak-anak yang masih belum jauh mengenal dunia, Alhamdulillah dengan adanya saya berada ditengah anak-anak ini kebahagiaan pun merasuki sukma setiap saatnya.
Ternyata
ada 5 anak yang benar-benar selalu ingin terus bersamaku. Hingga suatu
hari mereka ingin duduk dipinggir saya, mereka saling rebutan dan saling
menendang untuk menyingkirkan teman yang lainnya. Subhanallah, ya Allah
aku merasakan keindahan bersama di sana, cinta yang tulus dari seorang
anak. Saya pun langsung menyuruh mereka yang satu di sebelah kanan, dua
kiri, dua di depan. :D aku bahagia!
Pokoknya setiap pertemuan pasti mereka langsung menyambut dengan senyuman lalu bersalaman.
Bukan
hanya itu yang kulalui, ternyata ada juga yang menangis saat membaca
Iqro, dan waaaah bingungnya minta ampun kenapa bisa menangis, ternyata
ingin duduk di samping uminya, saya pun meredakan nangisnya.
Ada
juga yang pipis di celana :D Subhanallah... ada-ada aja, dan ternyata
dia memang masih sangat kecil, sekisar usia 3 tahun, dia hanya ikut
bersama kakaknya.
Disela-sela belajar
Selain
belajar perkelas, setiap ba'da dzuhur semua siswa/i kumpul di aula
untuk shalat berjamaah dilanjut dengan mendengarkan ceramah dan Tebak
ayat Al-Qur'an, ada juga yang tahfidz.Dan bukan belajar di indoor saja, melainkan langsung terjun ke lapangan, indoor. Untuk tadabbur alam dan memunguti sampah di sekisar wilayah pedesaan sana.
Hari-hari kulewati bersama anak-anak yang memberikan kedamaian dan kebahagiaan.
Pernah
suatu waktu saya benar-benar malas untuk pergi pagi-pagi ke yayasan
karena masih ngantuk, namun jauh di lubuk hati paling dalam saya
merasakan sakit karena saya tidak tanggung jawab terhadap amanah, namun
saya lawan itu semua. Ketika rasa kemalasan menggerogoti, saya langsung
mengingat wajah-wajah anak-anak yang penuh dengan senyuman dan semangat
juang untuk menggali ilmu, mereka merelakan waktunya untuk pergi ke
yayasan pagi-pagi ketika kabut masih menyelimuti pedesaan dengan jalan
kaki yang lumayan jauh dari rumahnya, merelakan waktu tidur dan
bermainnya untuk mencari ilmu. Rasa malas saya pun langsung terdobrak
dari sana. Subhanallah.
2 minggu kemudian tibalah hari puncak Sanlat (Pesantren Kilat) Ceria di Ar-Rahmat. Hari terakhir diisi dengan lomba-lomba dan penutupan acara Sanlat.
Saya ditunjuk sebagai juri lomba baca puisi islam:
![]() | |
| Sedang memberitahukan tekhnis lomba baca puisi islam kepada sebagian peserta |
Ini saat-saat lomba dan langsung penutupan dengan acara tampilan-tampilan, pembagian hadiah juga buka bersama :)
Saat-saat sebelum acara penutupan dimulai
Saya pun menjadi MC saat penutupan dan menyumbang satu buah lagu hehe
acara buka bersama pun berlangsung dengan meriah. Dihadiri oleh orang tua para murid.
Yang membikin air mata terjatuh itu adalah ketika anak-anak kelas C yang saya pegang ternyata mereka memberikan lagu "Guruku Tersayang" tanpa saya ajarkan, satu kelas mereka menyanyikan saat acara hiburan tiap kelas. Liriknya seperti ini:
"Guruku tercinta, guruku tersayang, tanpamu apa jadinya aku"...
benar-benar membikin merinding. Subhanallah.
Ada pertemuan ada perpisahan, saya bangga kepada salah satu murid yang benar-benar "jail" dan diakhir acara dia berubah menjadi baik, mengikuti perlombaan dan juara, lalu aku memberikan pesan untuknya ketika hendak meninggalkan yayasan ini
"Jadi anak yang soleh ya, jadi anak yang pintar, harus rajin belajar. Oke?" ucapku sembari mengusap kepalanya
"Iya" jawabnya sambil mengangguk membikin aku ingin menangis karena ini saat-saat terakhir berjumpa dengan mereka. Aku pasti merindukan mereka.
Ketika semua murid pamit pulang satu persatu ada orang tua yang menghampiriku
"Terima kasih ya, sudah memberikan ilmu, maaf merepotkan sering nangis anaknya, terima kasih anak saya jadi berani tampil di depan" ucap seorang Ibu dari salah satu murid
"Iya Ibu, sama-sama. Alhamdulillah" jawabku
Benar-benar ingin menjatuhkan air mata, tapi kutahan. Subhanallah. Aku baru mengerti, di sinilah mulianya seorang guru. Seorang pahlawan tanpa tanda jasa.
Aku rindu kalian anak-anakku! Yayasan Ar-Rahmat. ({})
Terima kasih sudah memasuki kehidupanku, memberikan sejarah yang berarti. Dan sejarah akan bercerita bahwa aku pernah berdiri di sini.































