Pagi ini, setelah tujuh
hari memperingati hari Kemerdekaan Indonesia, tepatnya tanggal 24 Agustus 2014
saya bermimpi; bersama anak-anak Indonesia yang sedang membuat karya untuk
Indonesia, lalu diiringi lagu yang menjadi penyemangat dan pemersatu anak bangsa,
dengan gambar-gambar slowmotion, lirik
lagu dan nadanya masih terekam jelas dalam ingatan. Ketika terbangun, saya
langsung mengambil ballpoint dan
secarik kertas, lalu kutulis lirik lagu itu sembari mengingat nada yang sedikit
mengabur, setelah itu langsung merekam lagu itu di handphone, dan melanjutkan menulis storyboard-nya. Harapan saya, bisa mewujudkan lagu ini dalam bentuk
shortfilm, atau bisa juga dijadikan
cuplikan yang dijadikan tayangan di stasiun televisi sebagai penyemangat dan
pemersatu anak bangsa untuk tetap berkarya dan membuat bangga juga mengharumkan
negara.
Harapan terbesar dengan
terlahirnya karya yang unik ini—karena terlahir dari mimpi, saya ingin Bapak
Presiden mengetahui akan karya ini dan mengapresiasinya. Agar karya ini bisa
harum di Negara dan benar-benar mampu menjadi motivasi dan penyemangat untuk
anak-anak bangsa yang haus akan inspirasi, ilmu dan prestasi.
Setelah berhasil
menulis lirik lagu, merekam lagu, dan menulis storyboard-nya, saya langsung menulis “Surat Untuk Bapak Presiden”.
Assalamualaikum.
Salam hormat dari saya
anak Indonesia yang haus akan ilmu dan prestasi.
Sebelumnya, saya
ucapkan selamat atas terpilihnya Bapak menjadi Presiden, menjadi pemimpin nomor
satu di Indonesia. Semoga Bapak bisa menjaga amanat yang sungguh besar ini, dan
bisa menjadikan bangsa kita yang kaya dengan SDA dan SDM-nya menjadi lebih
potensial. Pun menjadikan Negara kita harum, seharum Ibu Pertiwi. Saya, selaku
anak bangsa Indonesia, siap untuk terus berkarya sebagai wujud kecintaan saya
terhadap Indonesia. Tanah yang menjadi tempat berdiri dan hidupnya saya di
sini; Indonesia Tercinta.
Selanjutnya, saya
berharap Bapak bisa mengapresiasi atas karya anak bangsa ini. karya yang
terlahir dari sebuah mimpi yang kemudian tertulis dalam secarik kertas dan
membuatnya dengan penuh penghayatan dan imaji.
Salam Hangat,
Anak Bangsa Yang Selalu
Ingin Berkarya
Lina Fatinah
Kemudian, setelah
selesai menulis. Sejenak saya ingat kepada Dr. Dino Patti Djalal yang menjadi
Staf Khusus Presiden bidang Hubungan Internasional/Juru Bicara Kepresidenan,
saya langsung membuka bukunya kembali (Harus Bisa!—Seni memimpin Ala
SBY—Catatan Harian Dr. Dino Patti Djalal), di dalam bukunya ada postcard yang bisa digunakan oleh
pembaca untuk menulis pandangan mengenai kepemimpinan di Indonesia, dan seratus
penulis postcard terbaik akan
mendapatkan kesempatan untuk diundang bertatap muka dan berdiskusi dengan
presiden SBY mengenai topik ‘kepemimpinan’. Namun sayang, acara itu
terselenggara pada akhir tahun 2008. Benar terlambat. Namun di sisi lain,
karena setelah mengenalnya saya kepada Dr. Dino di kuliah umum diplomasi
Internasional, dan mengikuti Konvensi Demokrat membuat saya berharap jika saya
meminta bantuan kepada beliau untuk menyampaikan surat dan karya ini kepada
Bapak Presiden SBY dan Presiden baru; Bapak Presiden Djoko Widodo. Karena saat
ini, masih masa transisi.
Kemudian, saya juga
ingat kepada Juru Bicara Presiden—Julian Aldrin Pasha, yang pernah bertatap
muka di studio MetroTV dalam acara Kick Andy Show. Tidak saling mengenal
memang, apalah kedudukan saya? Hanya anak bangsa yang ingin terus berkarya. Namun,
tidak menutup kemungkinan saya untuk meminta bantuan pula kepada beliau. Semoga
bisa. Harapan saya.
Selang beberapa menit
kemudian, saya ingat kepada Bapak Abdul Hamid Batubara (Dirut Chevron) yang
bertemu dalam acara Seribu Cahaya Untuk Indonesia, beliau menjadi pemateri di
acara yang kebetulan saya menjadi salah satu panitianya di divisi acara. Suatu
keberuntungan bisa mempunyai kontak dan pernah saling kirim inbox untuk perihal
dokumentasi acara. Hal ini, membuat saya ingin meminta bantuan kepada beliau
untuk menyampaikan surat dan karya ini.
Semua ini benar-benar
mengawang jika dipikirkan secara radikal dan rasional, namun hati ini tetap
memegang teguh pendirian dan ada keyakinan bahwa keinginan ini bisa terwujud. Faidza azamta Fatawakkal Alallah. Kun
Faya Kun! Jika ini memang baik untuk Bangsa, mengapa tidak?
24 Agustus 2014
Lina Fatinah
Terlampir:
1.
Rekaman lagu
2.
Tulisan asli; lagu, Surat Untuk Bapak
Presiden, storyboard
Ket: saya belum bisa
membuat karya ini sesempurna yang saya inginkan, storyboard belum bisa dijadikan output dalam bentuk shortfilm, rekaman dan musik hanya ala
kadarnya. Jika dibantu oleh semua pihak saya yakin karya ini akan hebat. Karena
suatu karya tidak bisa berdiri sendiri, melainkan dukungan dan bantuan dari
pihak lain. Bersama kita bisa, satu untuk INDONESIA.