Hari ini saya segera bergegas
menuju Buah Batu Residance untuk mengisi acara dalam event Tasyakur Haji. Timku—Assami
Entertainment diundang untuk membawakan lagu-lagu nasyid.
Karena management kami belum
punya mobil sendiri, dengan itu kami menyewa angkot untuk datang ke tempat. Kami
menyewa angkot Sumedang-Cileunyi. Dari Pondok Pesantren tercinta—Aljawami, kami
menempuh perjalanan kurang lebih 30 menit melewati tol Cileunyi. Lalu memasuki
Perumahan Buah Batu Residance setelah dipersilakan oleh satpam. Ketika mobi
melaju dengan kecepatan 40, kami melihat bangunan-bangunan mewah disepanjang
jalan perumahan. *maklum orang kampung masuk ke kota melihat bangunan rumah
yang rasanya seperti istana. Muehehe
Akhirnya kami sampai di tempat
tujuan, disambut oleh keluarga yang mengadakan Tasyakur Haji. Assami putra
langsung checksound, dan Assami Putri
(Saya, Nurul dan Ana) duduk di kursi paling depan. Sesekali bersalaman dengan
orang yang menghampiri kami, termasuk keluarga. Senang rasanya bisa diundang ke
acara Tasyakur Haji ini. Dalam hati menggerutup “Ya Allah.. semoga saya lah
yang nanti bisa seperti ini, mengadakan syukuran sebelum berangkat ke Rumah-Mu
(Baitullah), saya ingin berangkat ke Baitullah bersama kedua orang tua serta
kakak dan adik”
Di depan saya terdapat keluarga
besar yang mengadakan acara, termasuk orang tua dari yang mengadakan Tasyakur
Haji. Beliau seorang kiyai rupanya.
“Dari mana?”
“Dari Pondok Pesantren
Sindangsari Al-Jawami Pak”
“Oh, pantesan di sana tertulis
Al-Jawami” ucapnya sembari menunjuk ke Stand Profile Assami (Alunan Suara
Santri Al-Jawami)
Ternyata beliau masih terikat
keluarga kepada keluarga Al-Jawami, hanya saja beliau mendirikan Pondok
Pesantren yang masih di daerah Cileunyi. Belliau pun menanyakan asal-usul saya.
Ketika berbicara dengannya, saya ingat Bapak saya di rumah. Seorang kiyai,
mengajar di Pondok Pesantren, namun Bapakku belum terlalu tua seperti Bapak
ini.
Acara pun dimulai, dibuka oleh MC
yang ekspert. Setelah pembacaan Ayat Suci Al-Quran dilanjut dengan sambutan
dari salah satu anak Bapak yang mengadakan Tasyakur ini. air mata menitik, hati
terenyuh ketika di dalam sambutannya beliau menuturkan “Saya bangga kepada Ibu
dan Bapak (orang tua) saya, ibu melahirkan 9 anak dengan membesarkannya penuh
kesabaran, Ibu dan Bapak hanya lulusan SD, tapi mereka mampu menyekolahkan
anak-anaknya hingga sarjana, doctoral” Ucapnya sembari mentikan air mata,
keluarga masuk ke dalam kesedihan itu. Dramatis.
Aku pun sama, aku terlahir dari
seorang Ibu dan Bapak Luar biasa, mereka melahirkan 9 anak, anak pertama meninggal
dunia saat masih bayi. Sekarang, 8 anak tumbuh dengan sempurna, akan kesabaran
dan keikhlasan dari seorang Ibu dan Bapak. Saya di sini, berdiri di sini hingga
saat ini adalah berkat semangat-semangat yang disebarkan oleh kedua orang tua. Aku
bangga mempunyai mereka. Aku adalah anak yang pertama kuliah. Dan aku berharap
bisa menggapai mimpi-mimpi besar yang saya tulis, membuat bangga dan bisa
menyejahterakan keluarga.
Setelah sambutan, acara sungkemanpun
berlangsung diiringi alunan “Labbaikaallaah
hummaa labbaiik, labbaikalaa syariikala kalabbaiik...”
Air mata menitik. Sungguh, rindu
kepada kedua orang tua. Aku ingin kedua orang tuaku termasuk aku dan kakak adik
segera ke Baitullah untuk menyempurnakan rukun islam. Semoga Allah memberi
kemampuan secara materil dan formil untuk pergi ke Baitullah. Aamiin.
Air mata kuusap karena sebentar
lagi akan tampil. Sungguh, hari ini banyak pelajaran yang aku ambil. Syukurku ya
Allah, Alhamdulillah.
Setelah acara sambutan dan
lainnya. Assami Entertainment pun mulai menghibur tamu undangan. Satu per satu
saya lihat tamu undangan, rasanya tidak ada tamu undangan yang “biasa”, rata-rata
semua tamu undangan mengenakan pakaian dan perhiasan yang mewah. Tentu
perumahan dan mobil-mobil yang mejeng di depan rumah-rumahnya saja mewah. Subhanallah.
Semoga harta kekayaan yang diberikan Alalh digunakan kedalam hal yang diridhoi
Allah. Semoga suatu hari nanti saya pun dapat meraih yang mereka raih bahkan
lebih. “Ya Rabb, kaya-kan lah saya
sekaya-kayanya; kaya hati, kaya ilmu dan kaya harta. Lindungilah kami. Aamiin”
Menjadi suatu kebanggaan
tersendiri bisa perform di perumahaan Buah Batu Residance ini. Semoga dengan
bertambah silaturahmi bertambah pula rizki dan memperpanjang usia kita untuk
semakin memperindah ibadah di alam yang fana ini.
Setelah perform kami pun
disilakan untuk makan bersama. Subhanallah, makanannya banyak dan bervarian,
dari makanan indonesia hingga korea. Alhamdulillah, hari ini bisa mencicipi
rizki dari Allah yang bertelekan ini.
Kolase:






