Epitaf Shunya

:Teruntuk NT

Kau ruh. Kau ruh. Kau ruh
terus saja bergemuruh
dalam telinga

: kau ruh ?

Ya. Kau ruh dalam sajak-sajakku
menjambak rambut-rambut
menelusup dalam jiwa kusut dan menciut

Berkat cahaya yang kau alirkan dari mata ke mata
menjadikanku meruhkan setiap kata.
Tuhan bermakna.


Rintiknya hujan dan gelap kelabu
aku masih saja memeluk lutut dengan kedua lengan.
Foto yang lusuh: kusaksikan bibir bak bulan sabit menyapa lembut ufuk mata
wajah penuh aura mengingatkanku pada purnama
Ku buka catatan setahun silam: tentangmu
dan ku ukir namamu disetiap bait
sajak perih
sajak sakit
Lina Fathiinah ElJamil
27/06/2011