Kau harus terbang!
Aku juga mau, tapi tak punya sayap.
Carilah kemana pun ada.
Tapi tak ada. Bagaimana mau meniti pelangi?
Kalau kau tak berdiri. Pahami isyarat ini:
Hirup kepedihan hidup
dan reguk darah-darah busuk
Biar air mata mengalir di atas pelupuk,
yang perih dan nanar.
Kubur peti-peti pahit dalam perut bumi
Waktu adalah saksi matamu
Sekarang,
Pergilah kemana pun kau mau
mengarungi punggung bumi
dan cahaya matahari
Nikmati sakit dari injakan kaki-kaki
Maknai hari-hari,
Yang diselubungi kepakan bara api
Mencari jati diri.
Cianjur,
Lina Fathiinah ElJamil 2011-06-26