Selamat senja.
Di balik tirai hujan, dalam dekapan angin yang berhembus
perlahan. Terpanjat doa dan rindu yang kusimpan rapi untuk orang-orang tercinta
yang menjadikan darah dan daging ini ada. Orang tua.
Juga kakak dan adik yang setia serta menjadi penopang.
Terima kasih, Mamah, Bapak. Sudah membesarkan diri ini
dengan ketabahan yang sempurna, membuat diri ini tegap untuk mengarungi
jembatan menuju kekekalan. Kalian nafas untukku, yang menjadi sebab kuat dan kokohnya
diri ini meski diterpa angin dan badai.
Akhirnya, aku menyadari
: kita akan berjalan sendiri-sendiri. Nanti.
Ketika jasad dibangunkan kembali. Lalu setelah itu
dikumpulkan dengan pertanggungjawaban (sendiri). Hati ini menggerutup penuh
harap “Ya Allah, pertemukan kami kembali di tempat yang kau janjikan nanti,
tempat yang abadi”
Kututup surat ini dengan air mata yang mengembun pada
pelupuk mata.
Salam Rindu,
Lina Fatinah.
14/04/14
