Pasanggiri Nasyid 2014


Nih, namaku sudah tertera di sini http://annjabar.blogspot.com/2014/04/daftar-peserta-pasanggirinasyid2014.html Nervous rasanya. But, keep fight and win! Doakan yah teman-teman :) (Tulisku dalam status Facebook) 25-04-14

Setelah mengikuti techmeet di Cafe C-tea Jl. Dago. Akhirnya, hari yang ditunggu-tunggu dan membuat dagdigdug ini tiba juga.
01 Mei 2014. Kuukir dengan mengikuti perlombaan Pasanggiri Nasyid 2014. Sore hari saya berangkat bersama Gemi menuju tempat perlombaan yakni di Landmark Braga Bandung. Di sana sekaligus ada Festival Islamic Book Fair. Satu jam menggunakan damri, kami pun sampai di Braga, dan langsung melahap makanan yang ada di rumah makan Jl. Braga



Waktu maghrib pun tak terasa menyapa, kami langsung menuju ke gedung Landmark. Cafe-cafe sepanjang Braga tampak ramai, pergaulan para anak muda menghiasi, baru kali ini aku mengetahui kondisi Braga menjelang malam hari. Mengundang tanda tanya dan "horor" melihatnya.
Setelah ganti kostum, saya dan Gemi langsung memasuki ruang perlombaan. Di sana kami bertemu dengan peserta lomba lainnya. Beruntung saya ditemani Gemi, karena jika tidak, saya pasti tidak ada teman pulang. Malam hari pula.


Panggung Pasanggiri Nasyid 2014 sudah menanti



Acara pembukaan pun dimulai


Dengan nomor urut peserta 4 saya tampil membawakan lagu Ya Rasulullah

Ini videonya via youtube

Lina Fatinah - Ya Rasulullah (Covered) | Lomba Pasanggiri Nasyid Se-Jabar

Setelah selesai tampil, saya langsung duduk di tempat "artis" di belakang panggung, di sana ada Yeni Oktora, dia sebentar lagi akan tampil. Saya pun mengenal lebih jauh dengannya. Dari penampilannya dia terlihat sudah "berumur". Setelah itu saya langsung menghampiri gemi dan pergi  ke tempat buku, membaca dan hunting buku

Ada jajanan khas sunda juga ternyata, mengingatkan saya ke beberapa silam. Bingkisannya yang menarik dan lucu
Setelah itu, terdengar dari stage Pasanggiri Nasyid suara perempuan mulai terlantun, saya pun langsung menghampiri, dan ternyata yang sedang tampil adalah Yeni Oktora yang baru saja sudah berkenalan dekat denganku. Saya pun melihatnya sembari berdiri, dia menyanyikan "Takkan Berpaling Darimu - Rossa" Suaranya benar-benar membahana membikin takjub penonton dan juri. Hati sedikit menciut karena pasti terkalahkan hehe
Beberapa menit kemudian setelah dia tampil, saya langsung kembali lagi ke tempat buku. Lalu karena takut terlalu malam, saya putuskan langsung pulang. Jika terlalu larut takut tidak ada angkutan dan aroma dunia malam itu kurang sedap. Saya dan Gemi langsung pergi keluar gedung, dan ternyata di luar gedung ada Yeni Oktora lagi sedang membeli sosis bakar.
"Eh, teh" Sapaku
"Eh, Lina. Mau kemana?" tanyanya
"Mau pulang teh"
"Eh, ini kenalin. Suami teteh" sembari menunjukan kepada seorang laki-laki yang berparas, dengan kaca matanya. Dalam hati menggerutup "ternyata sudah bersuami toh, padahal terlihat masih muda"
"Oh, Lina" Sembari bersalaman
"Pulang sama siapa?"
"Ini sama teman teh"
"Kemana?"
"Ke Cileunyi teh"
"Walah, jauh juga. Emang berani? Naik apa?" tanyanya menciutkan hati karena menambah takut untuk pulang naik angkutan
"Naik angkot teh"
"emang masih ada ya jam segini?"
"Cileunyi mana?" tanya suaminya
"Pondok Pesantren Al-Jawami"
"Oh.. iya iya. Dulu pernah dengan pesantren itu. Ya sudah bareng saja"
"Iya bareng aja." ucap Teh Yeni Oktora
Akhirnya dengan rasa malu saya terima tawarannya itu, dan bersyukur ternyata ada yang memberikan tumpangan. Kami pun menaiki mobilnya.
Di dalam mobil kami panjang lebar membicarakan nasyid
"eh, kamu tadi bagus suaranya" ucap Suami Teh Yeni
"Wah.." Aku tersipu malu
"Iya, bagus tadi. InsyaAllah pasti masuk" ucap Teh Yeni
daaaaan panjang lebar.
Ternyata suaminya adalah seorang dokter gigi, dia menceritkan saat bekerja, dan menceritakan saat mondok pun kuliah.
Alhamdulillah akhirnya malam itu saya tidak resah dalam perjalanan karena diantarkan.
Malam itu saya menginap di kosannya Gemi, karena jika pulang ke pondok pasti terlalu malam.
***
Tujuh hari kemudian, tepat tanggal 07 Mei 2014. Saya kembali ke Landmark untuk mengikuti acara Pengumuman Kejuaraan dan Perlombaan. Saya janjian bertemu dengan Yeni Oktora setelah malam saat saya diantarkan olehnya kami bertukar nomor kontak.
Beberapa menit kemudian Yeni Oktora datang dan kami duduk berdua paling depan.
Pengumuman pun dimulai setelah ada penampilan dari personil Snada, Ali Sastra, dan yang lainnya.
Para peserta menaiki panggung
dan kami diberi amplop yang didalamnya ada kata "Juara" dan "Tidak Juara"
dengan hati yang dagdigdug hati penuh harap namun tidak terlalu terbang akan menang karena harus siap jika kalah. Akhirnya, setelah amplop itu ada di tangan kami semua (para peserta), kami membukanya, dan amplop punya saya ternyata "Tidak Juara". Yeni Oktora yang berdiri di sampingku ternyata dialah yang menjadi juara. Mereka yang masuk ke babak final akan mengikuti beberapa tahap lagi untuk menentukan siapa sang juaranya.
Kami pun foto bersama


Singkat cerita, yang menjadi juara adalah Yeni Oktora. Saya kagum! Selamat :) Semoga di tahun depan saya lah yang akan menjadi juara. Aamiin :)