Main Angklung di Saung Angklung Udjo Bandung

Setelah puncak acara Lomba Pencarian dan Analisis Putusan Pengadilan Mahkamah Agung Se-Indonesia selesai, dan sudah menemukan siapa yang menjadi juara. Semua peserta dan panitia langsung pergi ke Saung Angklung Udjo
Saya berangkat satu bisa bersama panitia dan tim dari Australian Indonesian Partnership for Justice, mendengar mereka asyik bertukar cerita dengan menggunakan english language membikin saya ingin lancar bahasa inggris. Sekitar 30 menit perjalanan kami pun sampai di Saung Angklung Udjo, disambut oleh petugas dengan diberikan kalung angklung kecil yang dipakaikannya pada leher, lalu duduk di tempat pentas Saung Angklung Udjo dan disambut oleh dua dara Saung Angklung Udjo

 



Tim Saung Angklung Udjo pun mulai lihai jari-jarinya memainkan angklung, sungguh pertunjukan yang luar biasa, kental dengan budaya. Saya pribadi sebagai warga negara indonesia dan darah sunda bangga bisa melihat performer mereka, mempertahankan warisan dari nenek moyang.
Anak-anak yang masih kecil pun ternyata bisa memainkan angklung, saya malu kepada mereka yang expert memainkan angklung karena saya tidak jago seperti mereka.
Setelah melihat penampilan dari mereka, ternyata anak-anak kecil itu membagikan angklung kepada semua peserta dan panitia Lomba Pencarian dan Analisi Putusan Pengadilan Mahkamah Agung, dan di sana kita semua memainkan angklung dengan beberapa lagu daerah. Namun diakhir ternyata angklungnya dibawa lagi dikira akan diberikan hehehe
Setelah itu, tim Saung Angklung Udjo menyuruh kita semua ke tengah tempat pentas


Ternyata di sana kita disuruh joged diiringi lagu oplosan yang sedang naik daun saat itu, tidak mengerti lagi lah saat itu :D haha. Semua joged meski malu (saya) lol
Semuanya joged melepaskan kenjelimetan setelah menyelesaikan analisis putusan selama beberapa hari bagi peserta dan bagi panitia mengurusi ini itu, lepas sudah semua di sini dengan tertawa renyah dan bahagia merasuk sukma

















 Setelah itu, anak-anak dari Saung Angklung Udjo merangkul tangan kita semua. Saling berpasangan dan berjalan mengelilingi tempat pentas

Lalu dilanjut dengan main ular panjang


Setelah itu joged berpasangan



Lalu membentuk lingkaran kecil dan berjoged dengan kelompok kecilnya





Terakhir membentuk lingkaran besar dengan mengeratkan tangan dan menyatu satu di tengah pentas, waaah ricuh :D



Pentas pun selesai selama kurang lebih satu jam. Kami pun foto bersama






Setelah itu, kami langsung memasuki bis, menikmati malam dibalik kaca bis, melihat pahatan lampu-lampu, membikin aku memflashback dari awal aku bisa berdiri bersama tim LPAPP, dalam hati menggerutup "Entah akan bertemu lagi atau tidak bersama orang-orang hebat ini, dalam lubuk hati yang paling dalam aku benar ingin bersama lagi dengan mereka. Terima kasih Tuhan telah mempertemukan aku dengan mereka" :)
Ketika dalam perjalanan, tim panitia makan malam dulu di racik desa resto

Malam itu saya tidur kembali di hotel bersama Sifa. Menikmati malam terakhir di Bali World Hotel. Melihat pemandangan dengan lebih dalam, melihat riak air dan betukar cerita diam-diam.
Saat pagi tiba, saya langsung sarapan bersama para peserta, saya duduk bersama peserta laki-laki sedang perempuannya hanya saya saja, asyik sekali bisa berteman dengan mereka, kami berbagi pengetahuan tentang hukum dan kasus-kasus yang ada di Indonesia dan saling tukar nomor kontak. Benar-benar bahagia saat itu.
Tiba-tiba kami punya ide sebelum check in untuk mengisi hari terakhir dengan pergi ke Trans Studio bersama, akhirnya aku putuskan untuk ikut bersama mereka.
Setelah berhasil kesepakatan semua peserta ikut, kami mulai siap-siap, dan mengopy dokumentasi terlebih dahulu selama kegiatan LPAPP


Namun sayang, tidak semua peserta ikut ke Trans Studio karena pesawatnya akan terbang siang ini, ada juga yang menaiki kereta.
Bendera di balik kaca depan Bali World Hotel yang terakhir terlihat di siang hari ini
Bendera berkibar beserta orang-orang yang akan setia mengibarkannya--Membuat bangga dan harum Bangsa. Indonesia, aku cinta padamu!


Ada sedikit misscom antara saya bersama Taufik salah satu peserta LPAPP, dia kira saya tidak akan jadi ikut, padahal saya sedang pergi keluar hotel mengurusi satu hal, dan setelah saya sampai hotel semua sudah sepi, ternyata mereka sudah berangkat. Sigh mereka meninggalkanku! gerutu dalam hati. Saya pun langsung masuk kamar hotel yang diisi oleh panitia yang masih membereskan berkas-berkas, lalu saya pamit untuk menyusul mereka, dengan perhatian yang penuh dari mereka saya langsung berangkat menaiki taksi sendirian karena tidak jadi menunggu taksi yang dipanggil oleh pihak hotel--terlalu lama. Ketika dalam taksi ternyata si supirnya orang Cianjur, tanah kelahiranku. Dia pun menceritakan tentang keluarganya, jadi ada sesi curhat dulu haha. Sesampainya di Trans Studio saya langsung saling nyari bersama teman LPAPP, dan bertemu di sana. Senang sekali rasanya saat itu. Makan bersama dan menaiki semua wahana. Waaaaaah so fun!