Bintang yang Tersemai




Hallo! Selamat datang di duniaku.

Salam hangat dariku, Bintang.

Sebelum kau melanjutkan membaca, akan kuberitahu dulu bahwa tulisan-tulisan yang kumuat di sini tidak istimewa, tidak seperti orang-orang yang pernah kau temui sebelumnya. Aku berbeda.

Apa kau yakin ingin melanjutkan membaca tulisan-tulisanku ini?

Aku takut kau menyesal nantinya, dan membuang waktumu begitu saja. Lebih baik, kau tinggalkan saja. Close blog ini dan berkunjunglah ke blog lain. J

But, if you still want to read what I wrote. Let me, give me your hand and I'll take you away, even fly from rabbit fur.

Mari, ulurkan tanganmu dan akan kuajak kau menelusur jejak hidupku. Di sini, akan kuceritakan jejak yang kulewati bersama dinamika rasa yang menjelma di pasar fana. Bahagia, duka, euforia, luka, cita, cinta, mimpi dan harap. Bersama sunyi. Sendiri.

Satu pertanyaan untukmu:

Mengapa kau hendak mampir ke ruang yang semrawut dengan tulisanku ini?

Ah. Aku pikir, kau sedang terjebak dan tersasar di ruang yang salah. Lalu kuajak kau pergi lebih jauh dan semakin tersesat. Menuju kekekalan.

Sepertinya, orang-orang (termasuk dirimu) akan mulai surfing di internet mencari tahu siapa diriku. Apa yang aku tinggalkan di dunia maya ini untuk disimpan rapi di ranting kehidupan.

Lalu menangis, karena sudah mendapati diriku terlelap dalam pelukan-Nya.

Dan karya tulisan yang menjadi saksi bisu perjalanan. Dengan itu, aku suka menulis dari dulu. Karena tulisanlah yang akan menjadi warisan abadi. Karya tulisan yang akan menghidupkan seseorang meski seseorang itu telah tiada jasadnya, tetapi dirinya hidup dalam karya. Itulah yang menjadi latar belakang mengapa saya menulis, selalu menulis dan akan tetap menulis. Meski tulisanku tidak semua termuat di penerbit, karena aku tahu (Aku hanya wanita yang melacurkan kata dalam tulisan). Begitulah. Barangkali.

Aku harap, kau akan menjaga cerita-cerita yang kutulis di sini dengan rapi, kau akan menjadi teman setia yang membaca cerita-cerita di sini, dan yang sangat saya harapkan adalah semoga tulisanku di sini setidaknya bisa menemani harimu, sekalipun jauh dari kata memberi manfaat.

Satu pesan terakhir dariku: Mari saling mendoakan satu sama lain “Semoga kita dipertemukan kembali di Surga-Nya. Menikmati keabadian dengan nikmat yang berlipat kali”

Sincerely, me.

LF