Untuk kalian, teman seperjuanganku. :)

Dear, teman-teman IPA4 tercinta,

Senja ini, pekarangan rumah seolah diam, ranting dan rumput masih basah bekas hujan seharian, burung-burung terlelap berselimut di sangkar. Sedang aku di dalam kamar bersama secangkir susu coklat hangat, laptop, dan speaker yang sedang menemaniku kini. Alunan instrumental yang syahdu menelusup gendang telinga. Sebelumnya baru saja aku selesai bernostalgia dengan kenangan-kenangan kita, mengulang dan melihat kembali foto-foto dan video yang aku simpan rapi di folder laptop, saking banyaknya size semua file IPA4 mencapai 99.0 GB (106,395,457,091 bytes), wow amazing sekali bukan?! Tidak pernah terlintas untukku menghapus file kenangan kita, sekalipun memenuhi disk. Karena kata Chairil Anwar pun “Kenang-kenanglah kami” dan ini bukti bahwa aku menyimpan kenangan dengan rapi.

Baru saja aku tertawa melihat video kita, dan sedih juga melihat salah satu video teman kita yang sudah meninggalkan kita lebih dulu. :’)


Ingatkah kalian?
Kita pernah pergi ke Tiara setelah selesai UN (kalau tidak salah hehe lupa) dan maen game dengan seru, kita karaoke menyanyikan lagu abang nidji “Arti Sahabat” :’)

Aku melihat video-video yang sedang memberi surprice ulang tahun. Ada saat ultah Neidya, di sana aku terharu kalian sangat kompak untuk membantu kelancaran surpricenya, Muthi yang memegang 2 kamera, dari handycam dan laptop hehe Subhanallah, Riski, Risma, Nitami, Agri yang menjadi operator, Mery, Wita, Ai dan yang lainnya yang panik melihat aku memasukan air yang diberi pewarna kental, Gemi, Septi, Putri, Nuraeni, Ingus yang shock juga melihat aku mual gegara pewarna buatan, dan semua teman-teman lelaki sehingga acara surpricenya lancar :’)
Video Ultah Riski dan Rahma. Di sana aku melihat kekompakan kembali semua teman-teman, memakai topi ultah, memegang tepung terigu dan yang lainnya, dan sebelumnya video pembuatan poster HBD di perpus.
Video teman-teman yang diceburin ke empang di belakang rumah Rahma, video teman-teman perempuan yang sembunyi di kamar Rahma gegara tidak mau diceburin (saat aku melihat video yang ini sangat terbahak-bahak, karena melihat Ai Nurhayati yang dipaksa oleh Wita dan Rahma, Agri yang panic dan wajah teman-teman yang lain yang shock haha), video kita lagi nonton bareng teriak-teriak, video missing lyric sama Gemi dan Ingus, Video Curhat, video jogged-joged, video teman-teman lelaki yang sedang asyik bermain gitar dan bernyanyi, video almarhum sedang menangis, video kelas kosong dan diperlihatkan satu persatu bangkunya oleh Mbak Septi, Video perjalanan menuju rumah Fajar, video suasana kelas sedang tidak ada guru, video Bu Rika sedang menyanyi “Viva Forever”, video sedang shalat di kelas, dan video yang lainnya. Pun foto-foto sudah jelas banyak dalam semua kegiatan termasuk hal yang gaje pasti difoto :’)

Aku rindu sama kalian.. Ya, Rindu!
Aku rindu kita belajar bareng di kelas, rindu jajanannya rewok, rindu pemimpin di kelas yang budiman bang Hisam, rindu teman-teman lelaki yang gombal dan perhatian, rindu jajan di sekolah, rindu hebosan mang aji, rindu kocaknya Heriyanto, Ah…pokoknya rindu semua kegiatan yang pernah kita lalui di sekolah tercinta MAN Cianjur. Di sana lah tempat kita menggali ilmu, menemukan secercah cahaya dari warna abu menuju pelangi, kita tinggal dua tahun dalam satu atap yang sama.

Aku sayang sama kalian semua, tanpa kalian aku tidak akan seperti sekarang ini, betapapun setiap orang yang kita temui dalam kehidupan adalah pemicu suksesnya seseorang pun kalian sebab dari satu langkah suksesnya aku, kalian sebab aku menaiki satu tangga lebih tinggi dan itu sudah pasti menurut hukum kausalnya. Masih ingat gak waktu dulu pas kelas XI? Aku ngobrol di depan kelas bahwa kita harus saling bahu membahu untuk menjadi satu bintang, tetapkan tali ukhuwah ini ya Saudaraku {{}} Aku menunggu kesuksesan teman-teman dalam bidang apapun itu yang sedang kalian geluti. Mari saling mendoakan agar semua teman-teman IPA4 menjadi orang-orang yang sukses dalam hal apapun, menjadi hamba-Nya yang bertakwa, pun teman yang sudah meninggalkan kita lebih dulu Alm. Nitami Kurniawati, semoga ia ditempatkan di sisi-Nya, semoga kita semua dipertemukan di Surga-Nya nanti. :’)
Jangan lupa untuk saling tukar kabar, berbagi pengalaman yang sudah didapat. Sekarang kita sudah mempunyai kegiatan masing-masing, dunia yang digeluti pun berbeda-beda. Ada yang Mesantren, Kuliah, Kerja, dan lainnya. Dan sudah ada yang menikah dua orang yaitu Wita dan Rahma, siapa yang akan segera menyusul? :)
Kalau ada kesulitan dan sekiranya teman-teman IPA4 ada yang bisa bantu jangan segan-segan untuk bercerita. Kita SATU, kita SAUDARA, kita SAHABAT SELAMANYA.
Terima kasih atas kasih, sayang dan perhatian teman-teman selama ini yang telah diberikan kepada Lina. Maafkan kalau Lina punya salah yang disengaja ataupun tidak. Lina sayang sama kalian.
Kita bagaikan embun-embun yang ditemukan di muara, dan bersatu menjadi satu selamanya. Aku menunggu setiap orang dari antara kita menjadi bintang-bintang yang bercahaya bagi yang lainnya. Aku sangat bersyukur punya teman seperti kalian, berbeda karakter, berbeda warna dan akhirnya menjadi pelangi. Dan itu indah :)
Oia, dulu pas pertama kita berpisah, setelah kita sibuk masing-masing mengurusi dirinya sendiri untuk melanjutkan kuliah, kerja, mondok dan yang lainnya. Dari sana aku membuat puisi untuk teman-teman semua, lagi-lagi puisi ini terlahir sebab rinduku pada IPA4 :’) Ini Puisinya:

720
BERSAMA
720 hari bersama dalam rerimbun waktu
Bertatap muka, bercengkrama, mendekap asa
Saling menopang dan bahu-membahu
Membuat hati kita semakin menyatu
Satu
Tak lekang dari masalah yang membuat kita semakin tahu
Bahwa kau benar untukku
Kau sahabatku, yang tiada hentinya menjadi inspirasi
Mengingatkan di tengah alpaku
Menjaga di tengah lalaiku
Dan mendo’akanku meski aku tak pernah tahu
Kini baru aku menyadari bahwa aku akan kehilanganmu
Setelah kau pergi meninggalkanku
Inilah kehidupan . . .
Ada pertemuan dan perpisahan
Aku harus rela melepas tangan
Dan membiarkanmu pergi dari bahu sandaran tangismu
Kau dan aku mempunyai cita yang harus digapai
Kita tidak akan selalu bersama dalam kehidupan
Terkadang kita harus berjuang hidup sendiri
Karena orang yang ada dalam hidup kita
Datang dan pergi silih berganti
Biarkan kisah kita menjadi penyempurna dalam ranting kehidupan
Yang telah tersimpan dalam memori ingatan yang takkan terlupakan
Kamerad...
Terima kasih kau telah mengisi dan memasuki kehidupanku
Memberi warna yang bergradasi
Memberi makna dan arti
Biarkan tangis ini menjadi saksi
Dan memberi kekuatan dalam cinta kita
Biarkan persaudaraan kita mengalir seperti air menyejukan
Seperti udara yang melegakan
Seperti bumi yang mengokohkan
Seperti api yang menggelorakan
Biarkan tumbuh seperti benih yang tersemai
Dan bunga-bunga yang bermekaran
Bukan sekedar bahagia
Tapi bersama meraih surga
Selamat tinggal kawan,
Tetaplah berjuang dan berjihad dalam kebenaran
Berpandailah kita dalam mengasuh kerinduan

Cianjur, 26 februari 2012
Lina Fatinah
09:38


Puisi yang ke-2:
Berjelaga di Tengah Air Payau
Pagi ini terasa sunyi
Sepi, sesepi hari nyepi
Dalam perjelagaanku di kamar yang berbentuk persegi
Aku bersandar diri pada dinding beku yang putih
terseret kepada bayang yang membias
tentang wajah-wajah berseri
yang lama tak ku jumpai
berjejeran meja dan kursi
sebidang papan hitam dan putih
satu-satu alfabet dari kapur putih
hilang bersama angin, gambar-gambar
yang selalu kujumpai tiada hari, foto video
yang ada di bangun-bangun dan koridor itu hanya jadi
cinderamata terindah bagiku kini
yang membuat bibirku merekah membentuk senyum
dan hati yang mengembang kembang
tak... tak... tak...
waktu terus berdetak jauh dari jantungku
karena aku mati tanpamu
LF 12/05/2012
06:30

Itulah dua puisi untuk kalian semua :’) Terima kasih yaa sudah dibaca.

Salam hangat dan rindu dari teman kalian yang aneh, bawel, sering ngerepotin kalian gegara sering jatuh sakit. :’) Aku sayang kalian. Big hug {{}}