Kado Terindah

Hari ini aku sedang menikmati pagi di rumah, tiba-tiba ponsel berbunyi ada telfon masuk
"Assalamualaikum" ucapku
"Wa'alaikumsalam, Lina" jawabnya, terdengar suara Ibu-Ibu
"Iya, Maaf ini siapa?"
"Lina.. Lina.. Ini Ibu" ucapnya dengan nada tinggi
"Ibu? Ibu mana ya?"
"Ini Ibu Tintin, kamu ke sekolah sekarang!" ternyata guru BP menelfon, 'ada apakah?' gerutu dalam hati
"Oh, Ibu. Iya Ibu.. Ada apa?"
"Kamu ini bagaimana ya, benar mau kuliah tidak?!" jawabnya dengan nada yang lebih tinggi membikin hati ini shock, karena sedikit kebingungan tiba-tiba Ibu menelfon dan langsung mengabarkan dengan nada tinggi
"Iya Ibu, saya mau kuliah" jawabku
"Terus kenapa ini data-data kamu pada hilang di ruangan Ibu?"
"Wah, masa Bu? Kok Bisa?" Jawabku kaget tidak kepalang
"Kamu ini ya! Cepat ke Sekolah sekarang juga!"
"Iya..iya Ibu, Saya segera ke sana" jawabku terbata-bata
Aku pun langsung bergegas berangkat -
tiba-tiba ponsel berbunyi lagi
"Iya Bu?"
"Kamu di mana? Cepat!"
"Ini sedang persiapan ke sana Bu, maaf"
"Cepat, cepat. Kamu itu lama ya!"
"Iya Ibu, maaf Ibu" jawabku sedikit ketakutan dengan beribu pertanyaan yang hinggap
Telfon pun ditutup oleh Ibu. Aku langsung berangkat.
Ketika dalam perjalanan, ada telfon lagi.
"Kamu ya di mana?!"
"Ini sedang di jalan Bu"
"Cepat!!"
"Iya.. iya Bu."

Beberapa menit kemudian aku pun sampai sekolah dan langsung memasuki ruangan BP. Tempat yang menjadi curahan Siswa/i sekaligus menjadi tempat menyeramkan bagi Siswa/i yang tersandung kasus di Sekolah.
Kudapatkan beberapa teman yang berbeda kelas sedang duduk di ruangan BP.
"Assalamualaikum" ucapku sembari memasuki ruangan
"Wa'alaikumsalam" jawab semua orang yang ada di ruangan
"Maaf, Ibu kemana ya?"
"Lagi keluar" Jawab Fitri
"Oh, tadi aku ditelfon sama Ibu, katanya data persyaratan untuk perkuliahanku ada yang hilang?"
"Oh, iya.. nih" jawab Fitri sembari membuka berkas-berkasku yang ada di meja
"Kenapa? Apa yang hilang? Kok bisa ya?"
"Ini, foto kopi data diri, KK..(bla bla lupa)" jawabnya
"Oh.. dikira apa" jawabku dengan nada yang menggampangkan dan ah rasanya memang lega, 'kok masalah yang beginian dibesar-besarkan?' gerutu dalam hati. Kebetulan saat itu aku membawa semua berkas cadangannya, dan tidak perlu repot-repot lagi mengcopy data. Aku pun langsung memberikan data-datanya dan langsung pergi. Anehnya saat aku berika data-data itu Fitri sedikit kebingungan.
"aku pulang lagi ya, makasih" ucapku sembari berjalan keluar ruangan
"Eh jangan pulang dulu" ucap Fitri
Tiba-tiba ada Mevista dari arah luar
"Eh Lin, mau kemana?" tanya dia sembari memegang lenganku
"Mau pergi"
"Lha, kenapa pergi?"
"Emang kenapa? Baru selesai ngasihin data gue, hari ini aneh" jawabku sembari sedikit darah tinggi
"Ayo ke sana dulu" ajaknya sembari menunjukan arah ke gerbang samping sekolah
"Ngapain? Gue mau jalan depan" jawabku sembari berjalan karena ingin segera pulang dan kesal
"Eh.. eh, tunggu dulu. Ayo ke sini"
"Ngapain sih?"
Tanganku di dorong dan dipaksa menuju gerbang samping
"Woy, ngapain?"
"Ayo ke sini dulu"
Setibanya di gerbang samping, lalu di buka gerbang itu oleh Mevista, ketika hendak keluar gerbang itu ternyata teman-temanku sedang membawa balon yang berisikan terigu lalu dipecahkannya di depan mukaku, namun beruntungnya aku bisa menghindari itu, yang ada malah terigunya kena ke muka mereka. ha-ha-ha. Senang sekali rasanya. Aku pun langsung berlari dan dikejar oleh semua teman-teman. Berlari--berlari dan berlari hingga aku masuk ke ruangan satpam, dan aku kunci. Semua teman-teman menunggu dan teriak-teriak memanggil namaku, menyuruhku keluar. Tangan mereka dipenuhi dengan tepung terigu. Benar-benar hari itu ya!
Beberapa menit kemudian aku langsung keluar setelah mereka memaksaku. Memang benar, semua tepung terigu tepat dihamburkan ke mukaku. Sigh.
"Happy Birth Day to you. Happy Birth Day to you. Happy Birth Day, Happy Birth Day, Happy Birth Day to you.." mereka bernyanyi bersama sembari memberikan kue berlilin, dan ternyata mereka mengundang adik-adik SD yang baru pulang untuk ikut merayakan hari ulang tahunku. Ah, mereka memang ada-ada saja.
Setelah memanjatkan doa, aku pun membuka kado-kado yang diberikan oleh sahabatku, dan ternyata mereka memberikanku perlengkapan bayi, dan CD L-Men. OMG! ha-ha-ha. Alasan mereka kenapa memberikan itu karena (katanya) aku manja kayak anak kecil dan memang suka orang yang sixpack. Ha-ha-ha benar-benar membikin muka ini memerah.

Ini dia foto hadiahnya, ada suratnya juga. Dan ucapan Happy Birth Day-nya salah haha




 Setelah itu, aku pun langsung pergi ke ruangan guru lelaki karena ada 'Ayah' guru terbaik yang menjadi curahan hati para siswa dan siswi MAN Cianjur. Dan membagikan semua kuenya kepada guru, teman, dan satpam. Ucapan selamat datang silih berganti. Aku bertambah usia.
Ternyata ini benar-benar tipu daya terstruktur. Ah, dan Ibu Tintin (BP) pun bekerjasama dengan teman-temanku. Dasar memang temanku itu jailnya minta ampun!

Keesokan harinya, hari yang akan menjadi penentuan Lulus atau Tidaknya dari hasil UN. Wah, rasa degdegan berlipat kali. Rasa cemas dan takut menghinggapi.
Pagi itu, aku datang terlambat lagi seperti hari-hari biasa Sekolah (dan memang dijuluki miss come late) ha-ha
Teman-teman sudah berkumpul di kelas, Ibu Wali Kelas pun sudah duduk manis di depan kelas.
"Assalamualaikum, maaf bu telat" Salamku sembari memasuki kelas dan salam kepada Ibu. Lalu duduk di depan kelas
Ibu menjelaskan semua hasil UN
"Di sekolah kita ini, ada yang tidak lulus" Ucapnya membikin hati ini semakin takut dan cemas. Shock gila. "Dan salah satunya ada di kelas ini" tambahnya membikin kaget tidak kepalang. Teman-teman pun pada kaget dan berkata "Wah??"
"Selain itu Ibu tidak enak hati kepada salah satu dari teman kalian di kelas ini" ucapan-ucapannya membikin tambah degdegan
"Ibu tidak enak hati sama Lina, sangat sakit hati!" Ucapnya membikin sontak hati ini meluruh, langit solah runtuh. 'Ya Allah, aku sudah membuat seorang guru sakit hati?' gerutu dalam hati. Sedih.
"Hah? sama Lina Ibu??" jawabku. Wajahnya semakin sinis.
"Ya, sama kamu Lina. Ibu tidak enak saat itu, kamu benar-benar tidak menghargai Ibu!" ucapnya. Membikin hati ini semakin sedih mendalam, seperti dikecup ujung pisau yang tajam.
"Saat kapan Ibu?" tanyaku merintih dan mulai menitikan air mata
"Kamu jangan pura-pura tidak tahu!" jawabnya membikin air mata ini semakin mengalir banyak di pipi
"Sekarang kamu ke depan! Minta maaf!"
Aku pun langsung melangkahkan kaki dan berdiri di depan kelas sembari menitikan air mata
"Mana teman-teman yang lainnya yang pernah sakit hati oleh dia?!" Ucap Ibu dengan nada yang tinggi
Satu persatu teman pun mengacungkan tangan dan berbicara akan ketidakenakhatian olehku. Aku rasa mereka terlalu membuat-buat. Aku semakin menangis.
Lalu aku meminta maaf dengan terbata-bata, sungguh di hari kelulusan aku harus mendapatkan hal seperti ini terlebih dahulu
"Lina, awas jangan kamu ulangi lagi!" Ucap Ibu sembari berdiri menghampiri
"Iya Ibu.." jawabku merintih dan menundukan kepala
"Kamu tahu gak?!!"
aku terdiam
"Kamu tahu gak kenapa Ibu bilang seperti ini?!!"
"Enggak Bu" jawabku dengan terbata-bata dan menangis semakin
"Karena Ibu mau ngucapin SELAMAT ULANG TAHUN...." Teriaknya sembari memelukku
Aku benar-benar masih tidak percaya. Semua teman pada kedepan kelas dan memelukku juga. Sembari mengucapkan selamat ulang tahun.
Subhanallah.. hari-hari itu benar-benar membuatku jatuh dan terbang. Ternyata lagi-lagi itu rencana sahabatku Neidya yang bekerja sama dengan Wali kelas setelah kemarin bekerjasama dengan guru BP dan teman-teman lainnya.
Dan ternyata semua teman-teman tidak ada yang tidak lulus. Aku pun langsung diberi surat tanda LULUSnya.

Setelah itu semua langsung pergi ke taman sekolah dan ternyata sudah dipersiapkan pula Kue berlilin! Lagi-lagi surprise yang tiada hentinya.
Subhanallah, benar-benar hari itu tidak menyangka akan seperti ini kejadiannya. Terima kasih Guru-guru tercinta, terima kasih teman-teman tercinta. Aku benar-benar sayang kalian!
Aku tidak akan pernah melupakan hal terindah ini. Terima kasih sudah memberikan gradasi indah dalam hariku, terima kasih sudah memasuki kehidupanku. Salam Sayang dan Rindu ({})



                                                                                                 menyuapi Ibu tercinta - Wali kelas IPA4