Masih saja kau setia di balik selimut itu?
Mengabaikan sayup-sayup embun berjatuhan
yang membelai mesra di pagi buta.
Tak pernah terlihat
beribu kepak sayap di depan mata
menjemputku dengan tari.
Barangkali mereka masih saja mengurung
di sangkar.
Bibir membiru-beku
dan kabut menyelimutiku.
Membawa secangkir embun teh, untuk kau reguk
bersama lumpuh dan malas dipojok hujan.
Menitipkan angan di celah kapas
hingga angin membawanya dan memetik kuncup
bunga di ujung bahtera.
Cianjur,
Lina Fathiinah ElJamil
30/06/2011