Permadani Hijau di Hatimu

Buncahan amarah

Yang telah mengendap

Melubangi perigi

Membeku hati

Menyisakan untaian kata

Dalam secarik kertas

Yang terlukis air mata

Membasahi tarian pena

Sekarang setelah senja

Menjemput malam pekatnya

Aku hilang terbawa angin

Menjadi bulir cahaya

Membentuk rasi bintang

Yang kian redup dan hambar

Sedang rindu terlelap

Dalam pelukan bulan